jump to navigation

PENGUMUMAN Agustus 24, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in umum.
add a comment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakuh

DIberitahukan Kepada Pengunjung Blog alatsarysolo.wordpress bahwa mulai saat ini dan seterusnya blog alatsarysolo.wordpress di non aktifkan dan pindah ke http://alatsarysolo.blogspot.com

Kami selaku Admin blog ini mengucapkan Jazakumullahu khoiron atas partisipasinya di blog ini.

SEMOGA ALLAH MEMUDAHKAN KITA DALAM BELAJAR, BERAMAL, DAN BERDAKWAH KEPADA ISLAM YANG HAQ INI

Kenali dan Cintailah Agustus 19, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in umum.
Tags:
add a comment

Pada dasarnya, cinta terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang alamiah, wajar dan sesuai dengan tabiat kemanusiaan. Sehingga cinta yang demikian sah-sah saja untuk terjadi. Bahkan dalam hal ini, Islam-sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia– memberikan saluran yang tepat buat mereka yang telah terkena panah cinta. Bila para pemuda dan pemudi menelusuri saluran ini maka hasrat pun akan terpenuhi dan bahagia akan teraih. Mudah, sederhana dan tak bertele-tele, inilah jalan Islam. Namun sayangnya, setan-musuh besar manusia-tak membiarkan anak Adam untuk bisa hidup bahagia dengan cintanya. Ia membuat jalan-jalan lain bagi para pencinta untuk menyalurkan cintanya. Membelokkan manusia dari jalan yang diridhai Allah kepada kemurkaan Allah. Berbeda dengan jalan Islam yang lempang dan indah tadi, jalan setan penuh liku-liku dan tipu daya. Sepintas menarik dan menjanjikan kebahagiaan, walau pada hakikatnya berisi penderitaan dan kepalsuan. Maka kenalilah jalan yang benar sehingga Anda bisa menempuhnya, sebaliknya kenalilah pula tipu daya setan sehingga dengan mudah bisa menghindarinya.

Darimana Datangnya Cinta?

Sudah pasti bukan dari sawah turun ke kali. Cinta memang ada awalannya. Tak mungkin ia ujug-ujug (tiba-tiba) datang tanpa ada angin bertiup atau hujan turun. Ada faktor-faktor tertentu pada diri pencinta dan orang yang dicinta yang menyebabkan seseorang jatuh cinta. Menurut lacakan Ibnul Qayyim Al Jauziyah ada tiga faktor penyebab tumbuhnya perasaan cinta

  • Sifat tertentu yang ada pada diri seseorang yang membuat sang kekasih cinta padanya
  • Adanya perhatian sang kekasih terhadap sifat tertentu tadi
  • Pertautan antara seseorang yang sedang jatuh cinta dengan orang yang dicintai.

Dengan kelengkapan tiga faktor diatas maka terikatlah tali percintaan. Bila berkurang salah satunya maka rasa cinta akan berkurang.

Dikala Jatuh Cinta

Lantas apa yang mesti dilakukan ketika cinta kini bergejolak di dalam diri? Sabarkan diri, dan tekadkan untuk mengikuti agama Islam yang suci. Segala hasrat keinginan yang terpendam terhadap lawan jenis hanya akan bisa tersalurkan secara total dalam bentuk pernikahan Islam. Allah menggambarkan indahnya hubungan laki-laki dan wanita di dalam firmanNya.

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Sebagian dari tanda-tanda ke-Maha Besaran Allah ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantaramu cinta kasih” (Ar-Rum : 21)

Namun sekali lagi, sabarkan diri-karena hadirnya berbagai sistem yang tak Islami di sekitar kita maka jalan indah pernikahan harus tertunda sekian lama. Hasrat diri untuk bersanding dengan pujaan hati tak kunjung tiba. Di sela kesabaran itu, persiapkan diri sebaik-baiknya. Perbekalan dijinjing, niat diluruskan, tempuh jalan yang benar dan jadikan Allah sebagai tujuan.

Aturan Berinteraksi

Berinteraksi dengan lawan jenis, sekecil apapun pasti akan terjadi. Terlebih-lebih di hari ini ketika sistem pendidikan dan sistem kerja islami minim kehadirannya. Mengingat semakin besarnya kemungkinan interaksi ini maka islam menetapkan beberapa aturan indah bagi laki-laki dan perempuan non mahram. Dikatakan indah karena memang membawa kepada kedamaian dan kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Dan setiap kita mesti waspada akan propaganda para tentara iblis yang berusaha mengusik kedamaian manusia. Diantara adab dan aturan yang ditetapkan oleh Islam

1. Saling menjaga pandangan. Pandangan adalah anak panah iblis, demikian dikatakan para ulama. Karena siapa saja yang melemparkan pandangan dengan sembarangan maka ia akan mendapatkan luka pada hatinya. Allah I di dalam Al Quran berfirman memerintahkan agar laki-laki dan wanita muslimah menundukkan pandangannya. “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka.” (An Nuur 30-31)

2. Tidak berkhalwat dam ikhtilat.

Rasulullah r memberikan rambu-rambu pergaulan bagi pemuda dan pemudi dalam sebuah sabdanya

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Janganlah salah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita, kecuali dengan mahramnya.” (Hadits riwayat Al Bukhari)

Disamping itu, berduaan dengan lain jenis non mahram berpotensi besar menjerumuskan seseorang kepada jalan perzinaan. Sementara Allah I memerintahkan untuk menjauhi jalan-jalan itu tadi.

3. Mengenakan busana muslimah

Ini sangat berguna bagi kedua belah pihak, baik si pemakai maupun kepada orang-orang yang ada di sekitar. Allah I berfirman tentang hal ini

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur:31)

Bagi para muslimah tekadkan diri untuk memenuhi panggilan Allah I dengan mengenakan busana muslimah yang disyariatkan. Jangan khawatir, karena janji pahala dari Allah I akan menjelang sebagaimana jodoh akan datang.

4. Hindari Hubungan di luar Pernikahan

Cinta akan berakhir dengan tragis ketika sepasang insan mengambil jalan yang dibuat oleh setan. Jalan-jalan itu berupa segala hubungan dua insan yang tak dibingkai dengan jalur pernikahan. Kesedihan, penderitaan dan kekecewaan akan menghias di baliknya. Sebaliknya, setan akan bersuka ria merayakan kemenangannya. Hendaknya setiap diri ingat bahwa apapun yang tidak diridhai Allah tak akan berakhir pada kebahagiaan.

5. Jangan Menunda jika kesempatan itu tiba

Ketika Allah I telah mengizinkan memberikan kesempatan kepada diri ini untuk membuka lembaran baru kehidupan itu-pernikahan– maka janganlah menundanya. Mengulur-ulur waktu atau menunda tanpa alasan yang benar akan memudahkan diri ini terjerumus ke lubang kehancuran. Manfaatkan sebaik-baiknya sehingga cinta bakal berakhir bahagia. Insyaallah.

Kunci Kebahagian seorang Hamba Agustus 13, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in aqidah.
Tags:
add a comment

disusun oleh : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc

Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan syariatNya, agar menjadi hujjah bagi semua makhlukNya dan menutupnya dengan mengutus Muhammad. Rasul yang menerangi manusia dan mengeluarkan mereka dari kegelapan, membawa ke jalan yang lurus. Demikian ketetapan Allah; menunjuki manusia, sehingga mendapatkan keridhaanNya. Allah berfirman,

Kami berfirman,”Turunlah kamu dari jannah itu! Kemudian jika datang petunjukKu kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al Baqarah:38).

Petunjuk disini bermakna rasul dan kitab suci.[1] Petunjuk ini merupakan sumber kebahagian dan kejayaan umat yang menghilangkan kebodohan dan membawa keselamatan.

Ibnu Taimiyah berkata,

“Tidak ada kebahagian dan keselamatan di hari akhirat, kecuali dengan mengikuti Rasulullah .

Allah berfirman dalam kitab-Nya,

وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ ناَرًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابُُ مُّهِينُُ

Barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api naar sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

(QS An Nisa’:13-14).

(lebih…)

Ukhti…, renungkanlah! Agustus 12, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in muslimah.
Tags: ,
add a comment

Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah.

“Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan memutuskan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang begitu manis penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai akhirnya dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat saya dan suara saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon. Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad agar bisa pulang segera secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa aib dan kehinaan. Ku katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini adalah aib bagiku. Maka dia menjawab dengan segenap penghinaan, ejekan dan mentertawakan: “Sesungguhnya aku tidak akan menikahi wanita pezina.

Saudariku yang mulia, jika engkau memang memiliki akal untuk berfikir maka dengarkanlah nasehat berikut ini:

Janganlah engkau percaya bahwa pernikahan akan mungkin terlaksana hanya karena perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan.

Janganlah engkau percayai seorang pemuda ketika dia mulai menampakkan kejujuran dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu jalan bersama. Jangan kamu percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan busuknya yang tampak jelas bagi orang yang berakal. Akankah dia benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya?

(lebih…)

ASAS KEBANGKITAN DUNIA ISLAM Agustus 12, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in fatwa.
Tags:
add a comment

Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

KATA PENGANTAR

Tulisan dibawah ini merupakan jawaban dari pertanyaan pernah yang dilontarkan kepada Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah di majalah Al-Ashalah, edisi 11, tgl. 15 Dzulhijjah 1414 H, dan pernah dimuat di majalah As-Sunnah edisi 13/II/1416 H. Bentuk pertanyaan yang dilontarkan adalah sebagai berikut :

Pertanyaan :

Asas-asas apakah yang dapat menyebabkan Dunia Islam bangkit kembali.?

Jawab :

Yang saya yakini ialah apa yang terdapat dalam hadits shahih. Ia merupakan jawaban tegas terhadap pertanyaan semacam itu, yang mungkin di lontarkan pada masa sekarang ini. Hadits itu adalah sabda Rasulullah SAW.

Artinya :

“Apabila kamu melakukan jual beli dengan sistem ‘iinah (seseorang menjual sesuatu kepada orang lain dengan pembayaran di belakang, tetapi sebelum si pembeli membayarnya si penjual telah membelinya kembali dengan harga murah -red), menjadikan dirimu berada di belakang ekor sapi, ridha dengan cocok tanam dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kamu dikuasai oleh kehinaan, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari dirimu sebelum kamu rujuk (kembali) kepada dien kamu”. (Hadist Shahih riwayat Abu Dawud).

(lebih…)

Cinta Rasul Agustus 10, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in umum.
Tags:
add a comment

Dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , bahwasanya beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda:

“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (Muttafaq Alaih)

Saat ini, di tengah-tengah masyarakat sedang marak berbagai aktivitas yang mengatasnamakan cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam . Kecintaan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam adalah perintah agama. Tetapi untuk mengekspresikan cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam tidak boleh kita lakukan menurut selera dan hawa nafsu kita sendiri. Sebab jika cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam itu kita ekspresikan secara serampangan tanpa mengindahkan syari’at agama maka bukannya pahala yang kita terima, tetapi malahan menuai dosa.

Dengan mengacu pada hadits shahih di atas, mari kita membahas poin-poin berikut ini: Kewajiban cinta kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam , kenapa harus cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam ?, apa tanda-tanda cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam ?, bagaimana agar mencintai Rasul shallallahu alaihi wasalam ?

1. Kewajiban Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam

Hadits shahih di atas adalah dalil tentang wajibnya mencintai Nabi shallallahu alaihi wasalam dengan kualitas cinta tertinggi. Yakni kecintaan yang benar-benar melekat di hati yang mengalahkan kecintaan kita terhadap apapun dan siapapun di dunia ini. Bahkan meskipun terhadap orang-orang yang paling dekat dengan kita, seperti anak-anak dan ibu bapak kita. Bahkan cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam itu harus pula mengalahkan kecintaan kita terhadap diri kita sendiri.

(lebih…)

OSPEK Dalam Tinjauan Syariat dan Nasehat Bagi Pelakunya Agustus 10, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in umum.
Tags:
add a comment

Diambil dari : www.alfurqaan.cjb.net
dengan penambahan dan pengurangan

Prosesi penyambutan mahasiswa baru tinggal menunggu waktu. Sebentar lagi, kampus-kampus akan diwarnai oleh aksi brutal mahasiswa lama kepada adik-adik mereka. Suara pukulan, cacian dan jerit kesakitan berbaur menjadi satu, sebagai saksi atas kedzaliman sebagian manusia atas manusia yang lain. Jika anda adalah bagian dari prosesi ini, maka kutuliskan risalah ini sebagai nasehat. Bacalah dengan hati yang terbuka dan jauh dari hawa nafsu. Allah Ta’ala berfirman (yang terjemahannya):

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat ALLAH dan pada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)” (Al Hadid : 16 )

Apapun labelnya, tak ada yang memungkiri bahwa prosesi penerimaan mahasiswa baru di kampus-kampus di seluruh Indonesia, pada umumnya penuh dengan berbagai pelanggaran syari’at Islam. Sebagian manusia merampas kemerdekaan manusia yang lain. Kemerdekaan yang besar berupa kemerdekaan (bebas) dari bermaksiat kepada Allah Ta’ala telah dirampas dengan kejam. Telah muncul manusia-manusia baru yang menyeru agar mereka dita’ati dalam bermaksiat kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Apakah ini bukan suatu kedzaliman yang besar ??. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya):

Tidak ada ketaatan pada kemaksiatan, ketaatan itu hanyalah pada hal-hal yang ma’ruf.” (Hadits Riwayat Imam Bukhari no.6830 dan Imam Muslim no.1840 dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu).

Beberapa diantara kemaksiatan tersebut adalah :

(lebih…)

Ali Bin Abi Tholib Sang Penakluk BENTENG KHOIBAR Agustus 9, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in siroh.
Tags:
add a comment

Khoibar adalah sebuah daerah yang dikuasai Yahudi. Khoibar memiliki beberapa benteng pertahanan. Salah satunya adalah benteng Na’im. Benteng Na’im inilah yang pertama dikepung oleh kaum muslimin. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Bakar ash Shiddiq, dengan membawa bendera dari Rasulullah Shollahllahu ‘alaihi wa sallam.

Abu Bakar memimpin penyerangan bentang Na’im. Abu Bakar berjuang keras untuk menaklukkan benteng tersebut. Tapi beliau gagal menaklukkan dan pulang karena lelah. Keesokan harinya, Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallam mengutus Umar bin Khottob. Umar berjuang dengan keras untuk menaklukan benteng tersebut. Namun Umar pun gagal dan pulang karena lelah.

Pada malam harinya, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, besok pagi aku akan memberikan bendera ini, kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan juga dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberikan kemenangan melalui kedua tangannya..” Maka semalam suntuk para shohabat ramai membicarakan, siapakah gerangan di antara mereka yang akan diserahi bendera tersebut?

(lebih…)

Hutang Barang Untuk Mencari Uang Agustus 8, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in fatwa.
Tags:
add a comment

Lajnah Daimah pernah ditanya : bagaimana pendapat para ulama tentang orang yang membeli sebuah barang, dia membayarnya dan mengambil barangnya dari si penjual. Kemudian datang orang lain membeli barang yang baru dibelinya tersebut dengan harga lebih mahal pembayaran selama setahun?

Lajnah Daimah menjawab :

Menjual barang dengan pembayaran tempo dengan harga yang lebih mahal daripada harga kontan, di kalangan para ahli ilmu disebut dengan Tawarruq. Dan pendapat yang didahulukan dari Mandzhab Hambali, jual beli seperti ini boleh.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan : “Jika si pembeli tidak membutuhkan pada barang (yang dibelinya), dia hanya membutuhkan emas dan perak (uang), dia membeli sebuah (dengan pembayaran tempo atau hutang) untuk dijual atau ditukar dengan barang yang dibutuhkan. Tetapi, jika dia mengembalikan barang (yaitu menjualnya kembali) kepada penjual pertama, maka tidak diragukan lagi keharamannya.

(lebih…)

KISAH TIGA ORANG YANG TERKURUNG DI GUA Agustus 7, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in siroh.
Tags:
add a comment

(Bentuk Tawassul Yang disyari’atkan)

MUKADDIMAH

Bila melihat fenomena yang ada di masyarakat, kita banyak menemukan hal-hal yang sama sekali jauh dari ajaran Islam bahkan menjurus kepada perbuatan syirik tanpa disadari.

Hal ini tentunya diakibatkan kurangnya pemahaman yang benar tentang ajaran agama, terutama pondasi ‘aqidah yang sangat lemah sehingga ritual-ritual yang sebenarnya merupakan warisan animisme, dinamisme, Budhisme dan Hinduisme masih tetap dilakukan oleh sebagian masyarakat.

Diantara bentuk ritual tersebut, misalnya, mempersembahkan sesajenan kepada apa yang mereka sebut sebagai penguasa pantai selatan -yang lebih dikenal dengan nyi loro Kidul- dengan keyakinan bahwa hal tersebut dapat menghindarkan mereka dari malapetaka dan kemarahannya, dimudahkan rizki dan sebagainya; mendatangi kuburan orang-orang shalih atau orang yang dijuluki sebagai wali, yang dianggap keramat dengan membawa tumbal atau sesajenan seperti ayam dan hidangan yang berupa lauk pauk, dan sebagainya. Mereka menganggap bahwa si penghuni kuburan yang wali dan dianggap keramat tersebut dapat memenuhi keinginan mereka, karenanya mereka memohon melalui mereka agar dapat memenuhi keinginan mereka dalam mendapatkan jodoh, menjadi kaya dan seterusnya. Dan banyak lagi ritual-ritual lain yang sebenarnya bernuansa syirik.

Anehnya, hal itu biasanya mengatasnamakan dien al-Islam dengan membuat nuansa Islami didalam perayaannya bahkan dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an. Sungguh, hal ini merupakan bentuk pelecehan terhadap ajaran Islam dan bagi pelakunya agar segera bertaubat kepada Allah Ta’ala. Apa yang mereka kira, bahwa hal itu merupakan bentuk tawassul adalah salah kaprah. Bila ingin bertawassul maka hendaknya sesuai dengan ketentuan syari’at sebab tawassul semacam itu dilarang dan akan menjerumuskan mereka ke dalam kesyirikan dan kesesatan.

Untuk itu, dalam kajian hadits kali ini, kami menjadikan tema utamanya seputar tawassul yang dianjurkan dan dibenarkan oleh syari’at melalui sebuah kisah yang terdapat dalam hadits yang shahih dan -kiranya- amat masyhur, disamping permasalahan lainnya yang dapat diambil pelajaran dari kisah tersebut.

Metode penjelasan melalui kisah seperti ini biasanya membuat pembaca atau pendengarnya lebih tertarik dan cepat meresap ke dalam sanubari, untuk kemudian ditindaklanjuti dalam kehidupan nyata.

Semoga bermanfa’at dan dapat menggugah hati kita semua.

(lebih…)