jump to navigation

Bonus Belanja Agustus 7, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in fatwa.
Tags:
add a comment

Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin ditanya, tentang trik-trik yang dilakukan oleh sebagian pelaku bisnis untuk menarik pembeli, di antaranya memberikan bonus tertentu kepada orang yang belanja dalam jumlah tertentu, atau meletakkan potongan-potongan gambar di dalam bungkus suatu produk. Barangsiapa yang dapat mengumpulkan gambarnya secara utuh, maka dia berhak mendapatkan hadiah sesuai dengan yang terdapat dalam gambar tersebut?

Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin menjawab :

Trik Pertama : Pedagang mengatakan : “Barangsiapa yang belanja padaku senilai 1.000-misalnya-maka dia berhak mendapatkan hadiah (bonus) senilai sekian”

Di sini hadiah dan nilainya bersifat transparan (dapat diketahui). Secara Zhahir, cara seperti ini tidak mengandung larangan. Akan tetapi, terkadang penyebab larangan muncul dari pihak pembeli. Bisa jadi, dia membeli barang senilai seribu, padahal dia tidak membutuhkannya. Akan tetapi, karena tertarik hadiah, dia menyia-nyiakan hartanya demi mendapatkannya.

(lagi…)

Berbeda Manhaj dan Aqidah Tidak Mungkin Bersatu Agustus 6, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in manhaj.
Tags:
add a comment

Landasan Membangun Ukhuwah

Kini ada gejala yang timbul berupa peristiwa-peristiwa mengerikan bahkan menyayat hati. Misalnya pembunuhan, pembakaran, amukan massa, tawuran massal dan lain-lain. Masalah itu masih ditambah lagi dengan munculnya banyak partai yang berdiri di atas asas yang bermacam-macam dan ideologi yang beraneka ragam. Semuanya itu hanya menunjukkan bahwa sebenarnya yang terjadi adalah rapuhnya ikatan persaudaraan di antara kita. Sedang rapuhnya ukhuwah sebagai bukti keroposnya iman serta menyimpangnya aqidah.

Ukhuwah model ini digambarkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sebagai ukhuwah/ persaudaraan buih di lautan. Mudah berkelompok, mudah pula untuk terpecah dan hilang.

Apa yang pernah diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir ada relevansinya untuk kita renungkan pada saat ini. Dikisahkan bahwa Ahmad bin Ammar Al-Asadi berkata: “Suatu hari kami keluar mengantarkan jenazah bersama seorang syaikh (guru) yang ditemani oleh sahabat-sahabatnya. Di tengah perjalanan, sang Guru melihat sekum-pulan anjing sedang bermain mesra, saling berkumpul dan menjilat. Sang Guru berpaling kepada sahabat-sahabatnya, seraya berkata: “Lihatlah anjing-anjing itu, alangkah baik budi pekertinya. Satu dengan yang lain saling menyayangi.”

Kemudian setelah kami kembali dari pemakaman, kami lihat ada seonggok bangkai. Sementara itu sekawanan anjing tadi beramai-ramai mengeru-muninya, dan satu sama lain saling mencakar dan menggonggong berebut mengambil bagian dari bangkai itu. Sang Guru kembali berucap: “Kalian telah melihat tadi, manakala dunia tidak di tangan, kalian begitu bersaudara. Namun manakala dunia di tangan kalian, kalian saling mencakar dan bertengkar bagaikan anjing berebut bangkai itu.”

Begitulah agaknya ukhuwah kita, masing-masing bersifat dangkal dan kerdil, belum berakar dan berbuah. Memang, sesama tokoh Islam sering potret bersama, duduk bersama, bertemu dalam satu meja, berjabat tangan sambil tersenyum dan menyapa: “Bagaimana khabarnya, bagaimana kesehatannya, semoga baik selalu, selamat semoga sukses,” dan seterus-nya. Namun itu sekadar basa-basi, sedang di belakang, mereka bertindak lain. Maka sungguh celakalah ukhuwah yang seperti itu.

Demikianlah kenyataannya, padahal gambaran tersebut aslinya adalah tingkah orang-orang kafir. Seperti yang digambarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.” (Al-Hasyr: 14).

Lalu mengapa ukhuwah kita terjeru-mus seperti ukhuwahnya orang kafir? Jawabannya paling sedikit ada dua:

(lagi…)

Kajian Islamiyah & Bedah Buku Agustus 3, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in info kajian & dauroh.
Tags:
1 comment so far

HADIRILAH KAJIAN ISLAMIYAH DAN BEDAH BUKU

Bersama Asatidzah Mahasiswa S2 Universitas Jami’ah Islamiyah Madinah KSA
16 – 17 Agustus 2008

KAJIAN ILMIAH
Sabtu, 16 Agustus 2008
Pemateri : Al-Ustadz Abdullah Taslim, Lc (Mahasiswa S2)
Materi : Sunah-Sunah Yang Ditinggalkan
Waktu : 09.00 – 15.00 WIB
Tempat : Masjid Baitul Makmur Solo Baru Surakarta

BEDAH BUKU
Ahad, 17 Agustus 2008
Pemateri : Al-Ustadz Abdullah Zain, Lc (Mahasiswa S2)
Materi : Imam Syafi’i Menggugat Syirik
Waktu : 09.00 – 14.00 WIB
Tempat : Masjid Baitul Makmur Solo Baru Surakarta

PEMESANAN BUKU

  • Via SMS ke 6281 329 777 662
  • Cara : ketik Pesan(spasi)Buku&Makalah#Nama#Asal Kota#Jumlah
    Contoh : Pesan Buku&Makalah#Abu Aisyah#Solo#1

  • Langsung Pesan Pada Waktu Kajian

Kontak Person
Abu Muhammad (6281 329 777 662), Arif (6281 548 555 582), Tofik (6285 647 019 926)

Insyallah kajian ini akan disiarkan online melalui http://ngaji-online.com dan juga bisa diikuti melalui conference di YM dengan meng-Add ID : ngaji.online kemudian PM dengan mengetik : invite ana

Kajian diselenggarakan oleh
Forum Kajian Islam Al-Atsary Solo

Kewajiban Menuntut Ilmu Syar’i Agustus 3, 2008

Posted by Forum Kajian Islam Al-Atsary in umum.
Tags:
add a comment

Oleh : Muslim Al-Atsari

Kebodohan merupakan salah satu penyebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kefasikan, bahkan ke dalam kemusyrikan atau kekafiran. Dengan demikian kebodohan itu akan menyeret manusia keluar dari kebaikannya.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah t berkata,“Kebaikan anak Adam adalah dengan iman dan amal shalih, dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan, kecuali dua perkara. Pertama. Kebodohan, kebalikan dari ilmu, sehingga orang-orangnya akan menjadi sesat. Kedua. Mengikuti hawa nafsu dan syahwat, yang keduanya ada di dalam jiwa. Sehingga orang-orang akan mengikuti hawa nafsu dan dimurkai (oleh Allah)”. *) *) [Majmu’ Fatawa 15/242.]

Demikian juga orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan kebodohan, maka sesungguhnya mereka lebih banyak merusak daripada membangun! Sebagaimana dikatakan oleh sebagian salafush shalih,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِجَهْلٍ , أَفْسَدَ أَكْثَرَ مِماَّ يُصْلِحُ

Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan. *)*) [Majmu’ Fatawa 25/281.]

KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’I

Oleh karena bahaya penyakit kebodohan yang begitu besar, maka agama memberikan resep obat untuk menghilangkan penyakit tersebut. Rasulullah n bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. *)*)[HR. Ibnu Majah, no:224, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah.]

(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.