<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Forum Kajian Islam Al-atsary</title>
	<atom:link href="http://alatsarysolo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alatsarysolo.wordpress.com</link>
	<description>'Ilmu 'Amal Dakwah Sabar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Aug 2008 04:56:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alatsarysolo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Forum Kajian Islam Al-atsary</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alatsarysolo.wordpress.com/osd.xml" title="Forum Kajian Islam Al-atsary" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alatsarysolo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGUMUMAN</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/24/pengumuman/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/24/pengumuman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 04:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakuh DIberitahukan Kepada Pengunjung Blog alatsarysolo.wordpress bahwa mulai saat ini dan seterusnya blog alatsarysolo.wordpress di non aktifkan dan pindah ke http://alatsarysolo.blogspot.com Kami selaku Admin blog ini mengucapkan Jazakumullahu khoiron atas partisipasinya di blog ini. SEMOGA ALLAH MEMUDAHKAN KITA DALAM BELAJAR, BERAMAL, DAN BERDAKWAH KEPADA ISLAM YANG HAQ INI<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=119&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#00ff00;">Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakuh</span></h2>
<h3 style="text-align:center;">DIberitahukan Kepada Pengunjung Blog <span style="color:#cc99ff;">alatsarysolo.wordpress</span> bahwa mulai saat ini dan seterusnya blog <span style="color:#cc99ff;">alatsarysolo.wordpress</span> di non aktifkan dan pindah ke <span style="color:#ffcc00;"><a href="http://alatsarysolo.blogspot.com">http://alatsarysolo.blogspot.com</a></span></h3>
<h3 style="text-align:center;">Kami selaku Admin blog ini mengucapkan <span style="color:#ff0000;"><strong><em>Jazakumullahu khoiron</em></strong></span> atas partisipasinya di blog ini.</h3>
<p style="text-align:center;">
<h2 style="text-align:center;">SEMOGA ALLAH MEMUDAHKAN KITA DALAM BELAJAR, BERAMAL, DAN BERDAKWAH KEPADA ISLAM YANG HAQ INI</h2>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=119&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/24/pengumuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenali dan Cintailah</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/19/kenali-dan-cintailah/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/19/kenali-dan-cintailah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 01:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[cintailah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya, cinta terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang alamiah, wajar dan sesuai dengan tabiat kemanusiaan. Sehingga cinta yang demikian sah-sah saja untuk terjadi. Bahkan dalam hal ini, Islam-sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia&#8211; memberikan saluran yang tepat buat mereka yang telah terkena panah cinta. Bila para pemuda dan pemudi menelusuri saluran ini maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=110&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya, cinta terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang alamiah, wajar dan sesuai dengan tabiat kemanusiaan. Sehingga cinta yang demikian sah-sah saja untuk terjadi. Bahkan dalam hal ini, Islam-sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia&#8211; memberikan saluran yang tepat buat mereka  yang telah terkena panah cinta. Bila para pemuda dan pemudi menelusuri saluran ini maka hasrat pun akan terpenuhi dan bahagia akan teraih. Mudah, sederhana dan tak bertele-tele, inilah jalan Islam. Namun sayangnya, setan-musuh besar manusia-tak membiarkan anak Adam untuk bisa hidup bahagia dengan cintanya. Ia membuat jalan-jalan lain bagi para pencinta untuk menyalurkan cintanya. Membelokkan manusia dari jalan yang diridhai Allah kepada kemurkaan Allah. Berbeda dengan jalan Islam yang lempang dan indah tadi, jalan setan penuh liku-liku dan tipu daya. Sepintas menarik dan menjanjikan kebahagiaan, walau pada hakikatnya berisi penderitaan dan kepalsuan. Maka kenalilah jalan yang benar sehingga Anda bisa menempuhnya, sebaliknya kenalilah pula tipu daya setan sehingga dengan mudah bisa menghindarinya.</p>
<h3>Darimana Datangnya Cinta?</h3>
<p style="text-align:justify;">Sudah pasti bukan dari sawah turun ke kali. Cinta memang ada awalannya. Tak mungkin ia <em>ujug-ujug</em> (tiba-tiba) datang tanpa ada angin bertiup atau hujan turun. Ada faktor-faktor tertentu pada diri pencinta dan orang yang dicinta yang menyebabkan seseorang jatuh cinta. Menurut lacakan Ibnul Qayyim Al Jauziyah ada tiga faktor penyebab tumbuhnya perasaan cinta</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <em>Sifat tertentu yang ada pada diri seseorang yang membuat sang kekasih cinta padanya</em></li>
<li> <em>Adanya perhatian sang kekasih terhadap sifat tertentu tadi </em></li>
<li> <em>Pertautan antara seseorang yang sedang jatuh cinta dengan orang yang dicintai.</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dengan kelengkapan tiga faktor diatas maka terikatlah tali percintaan. Bila berkurang salah satunya maka rasa cinta akan berkurang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dikala Jatuh Cinta</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lantas apa yang mesti dilakukan ketika cinta kini bergejolak di dalam diri? Sabarkan diri, dan tekadkan untuk mengikuti agama Islam yang suci. Segala hasrat keinginan yang terpendam terhadap lawan jenis hanya akan bisa tersalurkan secara total dalam bentuk pernikahan Islam. Allah menggambarkan indahnya hubungan laki-laki dan wanita di dalam firmanNya.</p>
<h3 style="text-align:right;">وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Sebagian dari tanda-tanda ke-Maha Besaran Allah ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantaramu cinta kasih&#8221; </em>(Ar-Rum : 21)</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sekali lagi, sabarkan diri-karena hadirnya berbagai sistem yang tak Islami di sekitar kita maka jalan indah pernikahan harus tertunda sekian lama. Hasrat diri untuk bersanding dengan pujaan hati tak kunjung tiba. Di sela kesabaran itu, persiapkan diri sebaik-baiknya. Perbekalan dijinjing, niat diluruskan, tempuh jalan yang benar  dan jadikan Allah sebagai tujuan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Aturan Berinteraksi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berinteraksi dengan lawan jenis, sekecil apapun pasti akan terjadi. Terlebih-lebih di hari ini ketika sistem pendidikan dan sistem kerja islami minim kehadirannya. Mengingat semakin besarnya kemungkinan interaksi ini maka islam menetapkan beberapa aturan indah bagi laki-laki dan perempuan non mahram. Dikatakan indah karena memang membawa kepada kedamaian dan kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Dan setiap kita mesti waspada akan propaganda para tentara iblis yang berusaha mengusik kedamaian manusia. Diantara adab dan aturan yang ditetapkan oleh Islam</p>
<p style="text-align:justify;">1.                  <strong><em>Saling menjaga pandangan. </em></strong>Pandangan adalah anak panah iblis, demikian dikatakan para ulama. Karena siapa saja yang melemparkan pandangan dengan sembarangan maka ia akan mendapatkan luka pada hatinya.  Allah I di dalam Al Quran berfirman memerintahkan  agar laki-laki dan wanita muslimah menundukkan pandangannya. &#8220;<em>Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:&#8221;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;. Katakanlah kepada wanita yang beriman:&#8221;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka.&#8221; (An Nuur 30-31)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Tidak berkhalwat dam ikhtilat.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah r memberikan rambu-rambu pergaulan bagi pemuda dan pemudi dalam sebuah sabdanya</p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Janganlah salah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita, kecuali dengan mahramnya.&#8221; (Hadits riwayat Al Bukhari)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Disamping itu, berduaan dengan lain jenis non mahram berpotensi besar menjerumuskan seseorang kepada jalan perzinaan. Sementara Allah I memerintahkan untuk menjauhi jalan-jalan itu tadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Mengenakan busana muslimah</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini sangat berguna bagi kedua belah pihak, baik si pemakai maupun kepada orang-orang yang ada di sekitar. Allah I berfirman tentang hal ini</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur:31)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para muslimah tekadkan diri untuk memenuhi panggilan Allah I dengan mengenakan busana muslimah yang disyariatkan. Jangan khawatir, karena janji pahala dari Allah I akan menjelang sebagaimana jodoh akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>4. </em></strong><strong><em>Hindari Hubungan di luar Pernikahan</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cinta akan berakhir dengan tragis ketika sepasang insan mengambil jalan yang dibuat oleh setan. Jalan-jalan itu berupa segala hubungan dua insan yang tak dibingkai dengan jalur pernikahan. Kesedihan, penderitaan dan kekecewaan akan menghias di baliknya. Sebaliknya, setan akan bersuka ria merayakan kemenangannya. Hendaknya setiap diri ingat bahwa apapun yang tidak diridhai Allah tak akan berakhir pada kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>5. </em></strong><strong><em>Jangan Menunda jika kesempatan itu tiba</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Allah I telah mengizinkan memberikan kesempatan kepada diri ini untuk membuka lembaran baru kehidupan itu-pernikahan&#8211; maka janganlah menundanya. Mengulur-ulur waktu atau menunda tanpa alasan yang benar akan memudahkan diri ini terjerumus ke lubang kehancuran. Manfaatkan sebaik-baiknya sehingga cinta bakal berakhir bahagia. Insyaallah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=110&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/19/kenali-dan-cintailah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Kebahagian seorang Hamba</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/13/kunci-kebahagian-seorang-hamba/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/13/kunci-kebahagian-seorang-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 12:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[kunci kebahagiaan hamba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[disusun oleh : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan syariatNya, agar menjadi hujjah bagi semua makhlukNya dan menutupnya dengan mengutus Muhammad. Rasul yang menerangi manusia dan mengeluarkan mereka dari kegelapan, membawa ke jalan yang lurus. Demikian ketetapan Allah; menunjuki manusia, sehingga mendapatkan keridhaanNya. Allah berfirman, Kami berfirman,&#8221;Turunlah kamu dari jannah itu! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=80&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">disusun oleh : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>A</strong>llah mengutus para rasul untuk menyampaikan syariatNya, agar menjadi hujjah bagi semua makhlukNya dan menutupnya dengan mengutus Muhammad. Rasul yang menerangi manusia dan mengeluarkan mereka dari kegelapan, membawa ke jalan yang lurus. Demikian ketetapan Allah; menunjuki manusia, sehingga mendapatkan keridhaanNya. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em><strong><em>Kami berfirman,&#8221;Turunlah kamu dari jannah itu! Kemudian jika datang petunjukKu kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&#8221;</em></strong> (QS Al Baqarah:38).</p>
<p style="text-align:justify;">Petunjuk disini bermakna rasul dan kitab suci.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a> Petunjuk ini merupakan sumber kebahagian dan kejayaan umat yang menghilangkan kebodohan dan membawa keselamatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Taimiyah berkata,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Tidak ada kebahagian dan keselamatan di hari akhirat, kecuali dengan mengikuti Rasulullah </em></strong><strong>&#8220;</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman dalam kitab-Nya,</p>
<p style="text-align:right;"><strong>وَمَن</strong><strong> يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ ناَرًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابُُ مُّهِينُُ </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Barangsiapa yang mentaati </em></strong><strong><em>Allah dan RasulNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api naar sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em>(QS An Nisa&#8217;:13-14).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-80"></span>Ketaatan kepada Allah dan RasulNya adalah poros kebahagian dan tempat keselamatan yang pasti, karena Allah telah menciptakan makhluknya untuk ibadah. Sebagaimana firmanNya:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. </em></strong>(QS Adz dzaariyaat. 51:56)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibadah itu hanyalah mentaati Allah dan mentaati rasul-Nya, maka tidak ada peribadahan dalam agama Islam kecuali kewajiban atau sunnah. Selainnya adalah kesesatan dari jalan Allah. Oleh karena itu Rasululloh bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>مَنْ</strong><strong> عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Barangsiapa yang beramal satu amalan tiada padanya perintah kami maka dia tertolak.( HR. Muslim )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em>Dan bersabda juga dalam hadits Al Irbaadh bin Saariyah yang diriwayatkan Ashabus Sunan dan dishohihkan Attirmidzi:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>إِنَّهُ</strong><strong> مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ</strong> <strong> تَمَسَّكُوْا بِهَا وَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sesungguhnya barangsiapa dari kalian hidup setelahku, niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk mengikuti</em></strong><em> </em><strong><em> sunnahku dan sunnah para khulafa&#8217; yang rasyidin lagi mahdiyin. Berpegang teguhlah kepadanya dan Gigitlah dengan gigi graham kalian. Berhati-hatilah dari perkara yang dibuat-buat (baru) karena setiap kebid&#8217;ahan adalah sesat</em></strong><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dalam hadits shohih yang diriwayatkan Muslim dan yang lainnya bahwa Rasululloh bersabda dalam khuthbahnya,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sebaik-baiknya perkataan kalamullah dan sebaik-baiknya contoh teladan adalah contoh teladan Muhammad. Sejelek-jeleknya perkara adalah yang dibuat-buat dan setiap kebidahan adalah kesesatan.</em></strong><strong>&#8220;<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><strong>[2]</strong></a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kunci kebahagian dunia dan akhirat terletak karena ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Jiwa kita lebih membutuhkan mengenal ajaran dan taat kepada Rasulullah dibandingkan dengan kebutuhan kepada makan dan minum. Sehingga sepatutnya kita semua mengenalnya dengan mempelajari Al Qur&#8217;an dan Sunnah, yang telah diriwayatkan dan dinukilkan para ulama sejak zaman Rasulullah hingga sekarang dan sampai hari kiamat nanti. Karena tidak cukup dengan hanya mengandalkan akal dalam mengenal ajaran Beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Dengan diutusnya Muhammad, jelaslah sudah kekafiran dari keimanan, keuntungan dari kerugian, petunjuk dari kesesatan, penyimpangan dari kelurusan, kekeliruan dari kebenaran, ahli syurga dari ahli neraka, orang yang bertakwa dari orang fajir dan mendahulukan jalan orang yang Allah karuniai nikmat dari kalangan para nabi, shidiqin, syuhada dan shalihin dari jalannya orang yang dimurkai Allah dan sesat.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga jiwa lebih membutuhkan untuk mengenal ajaran dan mengikuti Rasulullah  daripada kebutuhannya kepada makan dan minum. Karena, jika tidak memiliki makan minum hanya terjadi kematian. Sedangkan jika tidak memiliki petunjuk, akan mendapatkan adzab. Maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang menumpahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya untuk mengenal ajaran beliau dan mentaatinya. Inilah jalan keselamatan dari adzab yang pedih dan jalan kebahagiaan ke syurga. Caranya dengan mengambil riwayat dan penukilan (Al Qur&#8217;an dan As Sunnah, pen.). Karena tidak akan bisa mengenalnya, bila hanya mengandalkan akal. Sebagaimana cahaya mata, tidak dapat melihat kecuali dengan adanya cahaya yang di depannya. Demikian pula cahaya akal, tidak berfungsi kecuali jika ada cahaya terang risalah Allah. Oleh karena itu dakwah menyampaikan agama termasuk kewajiban Islam yang agung. Dan mengenal perintah Allah dan Rasulullah wajib atas seluruh manusia.&#8221;<a name="_ftnref3" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya, petunjuk Allah I tidak dapat diketahui dan dicapai hanya dengan akal. Tetapi harus dilandasi dan dibangun dengan wahyu Allah. Itulah agama Islam yang telah Allah sempurnakan dan ridhai sebagai agama petunjuk yang sempurna. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu. </em></strong>(QS Al Maidah:3).</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan Allah menunjuki kita semua kejalanNya yang lurus. Amiin.</p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> Taisir Karimir Rahman, Karya Assa&#8217;di, hal. 32.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> Majmu&#8217; Fatawa 1 /4</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> Ibid 1 /5-6.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=80&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/13/kunci-kebahagian-seorang-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ukhti&#8230;, renungkanlah!</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/12/ukhti-renungkanlah/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/12/ukhti-renungkanlah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[renungkanlah.....]]></category>
		<category><![CDATA[ukhti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah. &#8220;Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan memutuskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=101&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan memutuskan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang begitu manis penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai akhirnya dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat saya dan suara saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon. Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad agar bisa pulang segera secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa aib dan kehinaan. Ku katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini adalah aib bagiku. Maka dia menjawab dengan segenap penghinaan, ejekan dan mentertawakan: &#8220;Sesungguhnya aku tidak akan menikahi wanita pezina.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudariku yang mulia, jika engkau memang memiliki akal untuk berfikir maka dengarkanlah nasehat berikut ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah engkau percaya bahwa pernikahan akan mungkin terlaksana hanya karena perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah engkau percayai seorang pemuda ketika dia mulai menampakkan kejujuran dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu jalan bersama. Jangan kamu percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan busuknya yang tampak jelas bagi orang yang berakal. Akankah dia benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-101"></span>Janganlah engkau percayai para penyeru emansipasi yang mengharuskan adanya cinta (pacaran) sebelum pernikahan.<br />
Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki adalah setelah menikah. Adapun selain itu, umumnya adalah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang tak lama kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak keluarga yang hancur berantakan padahal mereka telah berpacaran sebelum akad pernikahan dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman? Bahkan berapa banyak pula pasangan yang berantakan sebelum sampai pada pelaminan dibarengi hilangnya kehormatan yang dibanggakan?<br />
Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Nabi SAW bersabda: &#8220;Pada suatu malam aku bermimpi didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku, Pergilah! -kemudian beliau menyebutkan haditsnya sampai pada sabdanya SAW -: &#8220;Kemudian kami mendatangi bangunan seperti tanur yang di dalamnya terdengar suara gaduh memekik. Kamipun melongoknya. Ternyata di dalamnya terdapat pria dan wanita telanjang yang disambar oleh lidah api dari bawah mereka. Ketika lidah api itu mengenai mereka, merekapun memekik kepanasan dan kesakitan. Ketika Nabi SAW menanyakan hal tersebut kepada malaikat, mereka menjawab: &#8220;Adapun pria dan wanita yang ada di tanur tersebut mereka adalah laki-laki dan wanita pezina.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka apakah engkau ingin menjadi bagian dari mereka wahai saudariku muslimah?</p>
<p style="text-align:justify;">Jauhilah bercakap-cakap tanpa keperluan di telepon karena sesungguhnya Allah merekamnya demikian juga syaithan dari jenis manusia pun merekamnya. Mereka para petualang cinta akan menggunakannya sebagai alat untuk mengintimidasi kalian agar kalian mau mendengar mereka dan mentaati mereka. Qiyaskan juga ke dalamnya chating yang tiada guna dan hanya membuang waktu semata.<br />
Hati-hatilah, janganlah engkau foto dirimu kecuali karena suatu hajat dan janganlah terlalu mudah engkau sebarluaskan fotomu dengan segala bentuknya karena hal tersebut merupakan senjata yang paling berbahaya yang digunakan oleh serigala manusia sebagai alat untuk mengancam dan mengintimidasi kalian.<br />
Jauhilah olehmu untuk menulis surat-surat cinta karena hal itu juga merupakan sarana yang digunakan oleh mereka.<br />
Hindarilah majalah-majalah dan kisah-kisah cinta yang rendah, hina penuh aib dan cela. Sungguh di dalamnya terdapat racun yang membinasakan yang tersembunyi di balik indahnya halaman yang warna-warni serta kertas yang halus mengkilap dan wangi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jauhilah menonton sinetron-sinetron dan film-film yang hina, yang hanya menonjolkan kemewahan serta gemerlapnya dunia, menyajikan kisah cinta dengan akting yang justru merendahkan martabat wanita. Jauhilah semua itu karena hanya akan merusak akhlak, kehormatan, serta rasa malumu.<br />
Hati-hatilah, janganlah engkau pamerkan auratmu dan janganlah engkau terlalu sering ke luar rumah dan ke pasar-pasar tanpa ada keperluan mendesak yang menuntut untuk itu. Sungguh hal itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam murka Rabbmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah engkau pergi berduaan dengan sopir pribadimu, sungguh ini merupakan khalwat yang terlarang. Janganlah sekali-kali engkau membela diri dengan beralasan bahwa ini darurat. Bertakwalah, karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar dari segala permasalahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati-hatilah engkau wahai saudariku dari teman yang jelek. Cari dan bergaullah dengan temanmu yang shalihah yang akan membimbingmu kepada keridlaan Rabbmu dan senantiasa mengingatkamu agar tidak terjatuh pada perkara yang akan mendatangkan murka Rabbmu.<br />
Saudariku yang mulia,<br />
Hati-hatilah dari segala kemaksiatan dan dosa karena hal tersebut merupakan sebab hilangnya nikmat, mendatangkan musibah, dan merupakan sebab datangnya kesengsaraan serta adzab yang membinasakan.<br />
Persiapkanlah dirimu untuk menghadapi malaikat maut dengan banyak bertaubat dan beramal shalih, sungguh engkau tidak tahu kapan giliranmu akan tiba.<br />
Saudariku,<br />
Setelah engkau baca nasihat di atas maka ketahuilah bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin bertaubat. Allah berfirman: &#8220;Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas akan dirinya (berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesunggunya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar : 53)<br />
Maka apabila engkau wahai saudariku telah tenggelam dalam suatu kemaksiatan dan dosa, segeralah bertaubat dengan taubatan nashuha sebelum pintu taubat tertutup dan sebelum tubuhmu ditimbun di dalam tanah. Dan pada saat itu tidaklah lagi berguna penyesalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah membangunkan kita dari kelalaian yang ada dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melindungi kita dari adzab qubur dan adzab neraka, serta memasukkan kita ke dalam surga Firdaus Al-A&#8217;la.</p>
<p style="text-align:justify;">Shalawat serta salam senantisa tercurah kepada Nabi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">(Diterjemahkan dari www.alsalafiyat.com dengan perubahan dan tambahan)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=101&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/12/ukhti-renungkanlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASAS KEBANGKITAN DUNIA ISLAM</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/12/asas-kebangkitan-dunia-islam/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/12/asas-kebangkitan-dunia-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 00:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan dunia islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani KATA PENGANTAR Tulisan dibawah ini merupakan jawaban dari pertanyaan pernah yang dilontarkan kepada Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah di majalah Al-Ashalah, edisi 11, tgl. 15 Dzulhijjah 1414 H, dan pernah dimuat di majalah As-Sunnah edisi 13/II/1416 H. Bentuk pertanyaan yang dilontarkan adalah sebagai berikut : Pertanyaan : Asas-asas apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=93&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KATA PENGANTAR</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan dibawah ini merupakan jawaban dari pertanyaan pernah yang dilontarkan kepada Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah di majalah Al-Ashalah, edisi 11, tgl. 15 Dzulhijjah 1414 H, dan pernah dimuat di majalah As-Sunnah edisi 13/II/1416 H. Bentuk pertanyaan yang dilontarkan adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Asas-asas apakah yang dapat menyebabkan Dunia Islam bangkit kembali.?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yang saya yakini ialah apa yang terdapat dalam hadits shahih. Ia merupakan jawaban tegas terhadap pertanyaan semacam itu, yang mungkin di lontarkan pada masa sekarang ini. Hadits itu adalah sabda Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apabila kamu melakukan jual beli dengan sistem &#8216;iinah (seseorang menjual sesuatu kepada orang lain dengan pembayaran di belakang, tetapi sebelum si pembeli membayarnya si penjual telah membelinya kembali dengan harga murah -red), menjadikan dirimu berada di belakang ekor sapi, ridha dengan cocok tanam dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kamu dikuasai oleh kehinaan, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari dirimu sebelum kamu rujuk (kembali) kepada dien kamu&#8221;. (Hadist Shahih riwayat Abu Dawud).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-93"></span>Jadi asasnya ialah RUJUK (kembali) kepada ISLAM. Persoalan ini, telah diisyaratkan oleh Imam Malik rahimahullah dalam sebuah kalimat ma&#8217;tsur yang ditulis dengan tinta emas : &#8220;Barangsiapa mengada-adakan bid&#8217;ah di dalam Islam kemudian menganggap bid&#8217;ah itu  baik, berarti ia telah menganggap Muhammad SAW menghianati risalah&#8221;. Bacalah firman Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-sempurnakan buatmu ni&#8217;mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu&#8221;. (Al-Maaidah : 3). &#8220;Oleh karenanya apa yang hari itu bukan agama, maka hari ini-pun bukan agama, dan tidaklah akan baik umat akhir ini melainkan dengan apa yang telah baik pada awal umat ini&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat terakhir (Imam Malik) di atas itulah yang berkaitan dengan jawaban dari pertanyaan ini, yaitu pernyataannya :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan tidaklah akan baik umat akhir ini melainkan dengan apa yang telah baik pada awal umat ini&#8221;. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya orang Arab Jahiliyah dahulu tidak menjadi baik keadaannya kecuali setelah datangnya Nabi mereka, Muhammad SAW dengan membawa wahyu dari langit, yang telah menyebabkan kehidupan mereka di dunia berbahagia dan selamat dalam kehidupan akhirat. Demikian pula seyogyanya asas yang mesti dijadikan pijakan bagi kehidupan Islami nan membahagiakan di masa kini, yakni tiada lain hanyalah RUJUK (kembali) kepada Al-Kitab was Sunnah. Hanya saja, masalahnya memerlukan sedikit penjelasan, sebab betapa banyak jama&#8217;ah serta golongan-golongan di &#8220;lapangan&#8221; mengaku bahwa mereka telah meletakkan sebuah manhaj yang memungkinkan dengannya terwujud masyarakat Islam dan terwujud pelaksanaan hukum berdasarkan Islam. Sementara itu kita mengetahui dari Al-Kitab dan Sunnah Rasulullah SAW, bahwa jalan bagi terwujudnya itu semua hanya ada satu jalan, yaitu sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Ta&#8217;ala dalam firmannya :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan sesungguhnya (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya&#8221;. (Al-An&#8217;am : 153).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sungguh Rasulullah SAW, telah menjelaskan makna ayat ini kepada para shahabatnya. Beliau pada suatu hari menggambarkan kepada para shahabat sebuah garis lurus di atas tanah, disusul dengan menggambar garis-garis pendek yang banyak di sisi-sisi garis lurus tadi. Kemudian beliau SAW membacakan ayat di atas ketika menudingkan jari tangannya yang mulia ke atas garis yang lurus dan kemudian menunjuk garis-garis yang terdapat pada sisi-sisinya, beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini adalah jalan Allah, sedangkan jalan-jalan ini, pada setiap muara jalan-jalan tersebut ada syaithan yang menyeru kepadanya&#8221;. (Shahih sebagaimana terdapat di dalam &#8220;Zhilalul Jannah fi takhrij As-Sunnah : 16-17).</p>
<p style="text-align:justify;">Allah &#8216;Azza wa Jalla-pun menguatkan ayat beserta penjelasannya dari Rasulullah SAW dalam hadits di atas, dengan ayat lain, yaitu firman-Nya :</p>
<p style="text-align:right;">ﻭﻣﻥ ﻳﺷﺎﻗﻖ ﺍﻟﺮﺳﻭﻝ ﻣﻥ ﺑﻌﺪ ﻣﺎ ﺗﺑﻴﻦ ﻟﻪ ﺁﻟﻬﺪﻯ ﻭﻴﺗﺑﻊ ﻏﻴﺮ ﺳﺑﻳﻝ ﺁﻟﻣﺆﻣﻧﻴﻥ ﻧﻭﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻭﻟﻰ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas petunjuk (kebenaran) baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-seburuk tempat kembali&#8221;. (An-Nisaa : 115)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ayat ini terdapat sebuah hikmah yang tegas, yakni bahwa AllahSubhanahu wa Ta&#8217;ala mengikatkan &#8220;jalannya orang-orang mukmin&#8221; kepada apa yang telah di bawa oleh Rasulullah SAW. Hal inilah yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits iftiraq (perpecahan) ketika beliau ditanya tentang Al-Firqah An Najiyah (golongan yang selamat), saat itu beliau menjawab : &#8220;(Yaitu) apa yang aku dan shahabatku hari ini ada di atasnya&#8221; (lihat As-Silsilah Ash-Shahihah : 203). Apakah gerangan hikmah yang di maksud ketika Allah menyebutkan &#8220;Jalannya orang-orang mukmin (Sabiilul mukminin)&#8221; dalam ayat tersebut.? Dan apakah kiranya hal yang dimaksud ketika Rasulullah SAW mengikatkan para shahabatnya kepada diri beliau sendiri dalam hadits di muka .? Jawabannya, bahwa para shahabat radliyallahu anhum itu adalah orang-orang yang telah menerima pelajaran dua wahyu (Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah) langsung dari Rasulullah SAW, beliau telah menjelaskannya langsung kepada mereka tanpa perantara, tidak sebagaimana keadaan orang-orang yang sesudahnya. Tentu saja hasilnya adalah seperti yang pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : &#8220;Sesungguhnya orang yang hadir akan dapat melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang yang tidak hadir&#8221; (Lihat Shahih Al-Jami&#8217; : 1641).</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itulah, iman para shahabat terdahulu lebih kuat daripada orang-orang yang datang sesudahnya. Ini pula telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits mutawatir :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang yang sesudahnya, kemudian orang-orang yang sesudahnya lagi&#8221;. (Muttafaq &#8216;alaihi).</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hal ini, seorang muslim tidak bisa berdiri sendiri dalam memahami Al-Kitab dan As-Sunnah, tetapi ia harus meminta bantuan dalam memahami keduanya dengan kembali kepada para shahabat Nabi yang Mulia, orang-orang yang telah menerima pelajaran tentang keduanya langsung dari Rasulullah SAW yang terkadang menjelaskannya dengan perkataan, terkadang dengan perbuatan dan terkadang dengan taqrir (persetujuan) beliau. Jika demikian, adalah mendesak sekali dalam &#8220;mengajak orang kembali kepada Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah&#8221; untuk menambahkan prinsip &#8220;berjalan            di atas apa yang ditempuh oleh AS-SALAFU AS-SHALIH&#8221; dalam rangka mengamalkan ayat-ayat serta hadits-hadits yang telah disebutkan di muka, manakala Allah menyebutkan &#8220;Jalannya orang-orang mukmin (sabilul mu&#8217;minin)&#8221;, dan menyebutkan Nabi-Nya yang mulia serta para shahabatnya dengan maksud supaya memahami Al-Kitab was Sunnah sesuai dengan apa yang dipahami oleh KAUM SALAF generasi pertama dari kalangan shahabat radliyallahu anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka secara ihsan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, dalam hal ini ada satu persoalan yang teramat penting namun dilupakan oleh banyak kalangan jama&#8217;ah serta hizb-hizb Islam. Persoalan itu ialah : &#8220;Jalan mana gerangan yang dapat digunakan untuk mengetahui apa yang ditempuh oleh para shahabat dalam memahami dan melaksanakan sunnah ini ..?&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya : &#8220;Tiada jalan lain untuk menuju pemahaman itu kecuali harus RUJUK (kembali) kepada Ilmu Hadits, Ilmu Mushtalah Hadits, Ilmu Al-jarh wa At-Ta&#8217;dil dan mengamalkan kaidah-kaidah serta musthalah-musthalah-nya tersebut, sehingga para ulama dapat dengan mantap mengetahui mana yang shahih dari Nabi SAW dan mana yang tidak shahih&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai penutup jawaban, kami bisa mengatakan dengan bahasa yang lebih jelas kepada kaum muslimin yang betul-betul ingin kembali mendapatkan &#8216;IZZAH (kehormatan), kejayaan dan hukum bagi Islam, yaitu anda harus bisa merealisasikan dua perkara :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Anda harus mengembalikan syari&#8217;at Islam ke dalam benak-benak kaum muslimin dalam keadaan bersih dari segenap unsur yang menyusup ke dalamnya, apa yang sebenarnya bukan berasal daripadanya, ketika Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala menurunkan firmannya :</p>
<p style="text-align:right;">ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻛﻣﻟﺕ ﻟﻛﻡ ﺩﻳﻧﻛﻡ ﻭﺃﺗﻣﻣﺕ ﻋﻟﻴﻛﻡ ﻧﻌﻣﺗﻰ ﻭﺭﺿﻳﺕ ﻟﻛﻡﺍﻹﺴﻼﻡ ﺪﻳﻧﺎ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-sempurnakan ni&#8217;mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu&#8221; (Al-Maaidah : 3).</p>
<p style="text-align:justify;">Mengembalikan persoalan hari ini menjadi seperti persoalan zaman pertama dahulu, membutuhkan perjuangan ekstra keras dari para ulama kaum muslimin di pelbagai penjuru dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kerja keras yang terus menerus tanpa henti ini harus dibarengi dengan ilmu yang telah terbersihkan itu. Pada hari kaum muslimin telah kembali memahami dien mereka sebagaimana yang dipahami para shahabat Rasulullah SAW, kemudian melaksanakan pengamalan ajaran Islam yang telah terbersihkan ini secara benar dalam semua segi kehidupan, maka pada hari itulah kaum mu&#8217;minin dapat bergembira merasakan kemenangan yang datangnya dari Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah yang bisa saya katakan dalam ketergesa-gesaan ini, dengan memohon kepada Allah agar Dia memberikan pemahaman Islam secara benar kepada kita dan seluruh kaum muslimin, sesuai dengan tuntunan kitab-Nya dan Sunnah Rasulullah SAW yang shahih sebagaimana yang telah ditempuh oleh SALAFUNA ASH-SHALIH.          Kita memohon kepada Allah agar Dia memberikan taufiq kepada kita supaya dapat mengamalkan yang demikian itu, sesungguhnya Dia SAMI&#8217;UN (Maha Mendengar) lagi MUJIB (Maha Mengabulkan Do&#8217;a).</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu &#8216;alam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=93&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/12/asas-kebangkitan-dunia-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Rasul</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/10/cinta-rasul/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/10/cinta-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 14:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[cinta rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , bahwasanya beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda: &#8220;Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.&#8221; (Muttafaq Alaih) Saat ini, di tengah-tengah masyarakat sedang marak berbagai aktivitas yang mengatasnamakan cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=85&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , bahwasanya beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.&#8221; (Muttafaq Alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, di tengah-tengah masyarakat sedang marak berbagai aktivitas yang mengatasnamakan cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam . Kecintaan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam adalah perintah agama. Tetapi untuk mengekspresikan cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam tidak boleh kita lakukan menurut selera dan hawa nafsu kita sendiri. Sebab jika cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam itu kita ekspresikan secara serampangan tanpa mengindahkan syari&#8217;at agama maka bukannya pahala yang kita terima, tetapi malahan menuai dosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengacu pada hadits shahih di atas, mari kita membahas poin-poin berikut ini: Kewajiban cinta kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam <em>, </em>kenapa harus cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam <em>?</em>, apa tanda-tanda cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam <em>?,</em> bagaimana agar mencintai Rasul shallallahu alaihi wasalam <em>?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Kewajiban Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hadits shahih di atas adalah dalil tentang wajibnya mencintai Nabi shallallahu alaihi wasalam dengan kualitas cinta tertinggi. Yakni kecintaan yang benar-benar melekat di hati yang mengalahkan kecintaan kita terhadap apapun dan siapapun di dunia ini. Bahkan meskipun terhadap orang-orang yang paling dekat dengan kita, seperti anak-anak dan ibu bapak kita. Bahkan cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam itu harus pula mengalahkan kecintaan kita terhadap diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-85"></span>Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan, Umar bin Khathab radhiallahu anhu berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.&#8221; Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, &#8216;Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri&#8217;. Maka Umar berkata kepada beliau, &#8216;Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.&#8217; Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, &#8216;Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, barangsiapa yang kecintaannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam belum sampai pada tingkat ini maka belumlah sempurna imannya, dan ia belum bisa merasakan manisnya iman hakiki sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan merasakan manisnya iman, &#8216;Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RasulNya lebih dari cintanya kepada selain keduanya&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Kenapa Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak akan mencapai derajat kecintaan kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam secara sempurna kecuali orang yang mengagungkan urusan <em>din</em> (agama)nya, yang keinginan utamanya adalah merealisasikan tujuan hidup, yakni beribadah kepada Allah <em>Ta&#8217;ala</em>. Dan selalu mengutamakan akhirat daripada dunia dan perhiasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam inilah dengan izin Allah menjadi sebab bagi kita mendapatkan <em>hidayah</em> (petunjuk) kepada agama yang lurus. Karena cinta Rasul pula, Allah menyelamatkan kita dari Neraka, serta dengan mengikuti beliau shallallahu alaihi wasalam kita akan mendapatkan keselamatan dan kemenangan di akhirat.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun cinta keluarga, isteri dan anak-anak maka ini adalah jenis cinta duniawi. Sebab cinta itu lahir karena mereka memperoleh kasih sayang dan manfaat materi. Cinta itu akan sirna dengan sendirinya saat datangnya Hari Kiamat. Yakni hari di mana setiap orang berlari dari saudara, ibu, bapak, isteri dan anak-anaknya karena sibuk dengan urusannya sendiri. Dan barangsiapa lebih mengagungkan cinta dan hawa nafsunya kepada isteri, anak-anak dan harta benda duniawi maka cintanya ini akan bisa mengalahkan kecintaannya kepada para ahli agama, utamanya Rasul shallallahu alaihi wasalam .</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Tanda-tanda Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cinta Nabi shallallahu alaihi wasalam tidaklah berupa kecen-derungan sentimentil dan romantisme pada saat-saat khusus, misalnya dengan peringatan-peringatan tertentu. Cinta itu haruslah benar-benar murni dari lubuk hati seorang mukmin dan senantiasa terpatri di hati. Sebab dengan cinta itulah hatinya menjadi hidup, melahirkan amal shalih dan menahan dirinya dari kejahatan dan dosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun tanda-tanda cinta sejati kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam adalah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">a.                      Mentaati beliau shallallahu alaihi wasalam dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Pecinta sejati Rasul shallallahu alaihi wasalam manakala mendengar Nabi shallallahu alaihi wasalam memerintahkan sesuatu akan segera menunaikannya. Ia tak akan meninggalkannya meskipun itu bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsunya. Ia juga tidak akan mendahulukan ketaatannya kepada isteri, anak, orang tua atau adat kaumnya. Sebab kecintaannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam lebih dari segala-galanya. Dan memang, pecinta sejati akan patuh kepada yang dicintainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun orang yang dengan mudah-nya menyalahi dan meninggalkan perintah-perintah Nabi shallallahu alaihi wasalam serta menerjang berbagai kemungkaran maka pada dasarnya dia jauh lebih mencintai dirinya sendiri. Sehingga kita saksikan dengan mudahnya ia meninggalkan shalat lima waktu, padahal Nabi shallallahu alaihi wasalam sangat meng-agungkan perkara shalat, hingga ia diwasiatkan pada detik-detik akhir sakaratul mautnya. Dan orang jenis ini, akan dengan ringan pula melakukan berbagai larangan agama lainnya.<em> Na&#8217;udzubillah min dzalik.</em></p>
<p style="text-align:justify;">b.         Menolong dan mengagungkan beliau shallallahu alaihi wasalam <em>.</em> Dan ini telah dilakukan oleh para sahabat sesudah beliau wafat. Yakni dengan mensosialisasikan, menyebarkan dan mengagungkan sunnah-sunnahnya di tengah-tengah kehidupan umat manusia, betapapun tantangan dan resiko yang dihadapinya.</p>
<p style="text-align:justify;">c.         Tidak menerima sesuatupun perintah dan larangan kecuali melalui beliau shallallahu alaihi wasalam , rela dengan apa yang beliau tetapkan, serta tidak merasa sempit dada dengan sesuatu pun dari sunnah-nya <em>.</em> Adapun selain beliau, hingga para ulama dan shalihin maka mereka adalah pengikut Nabi shallallahu alaihi wasalam <em>.</em>Tidak seorang pun dari mereka boleh diterima perintah atau larangannya kecuali berdasarkan apa yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wasalam <em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">d.          Mengikuti beliau shallallahu alaihi wasalam dalam segala halnya. Dalam hal shalat, wudhu, makan, tidur dsb. Juga berakhlak dengan akhlak beliau shallallahu alaihi wasalam dalam kasih sayangnya, rendah hatinya, kedermawanannya, kesabaran dan zuhudnya dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">e.           Memperbanyak mengingat dan shalawat atas beliau shallallahu alaihi wasalam <em>. </em>Mengharapkan bisa mimpi melihat beliau, betapapun harga yang harus dibayar. Dalam hal shalawat Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda:<br />
<strong><em>&#8220;Barangsiapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.&#8221;</em> (HR. Muslim). </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun bentuk shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wasalam adalah sebagaimana yang beliau ajarkan. Salah seorang sahabat bertanya tentang bentuk shalawat tersebut, beliau menjawab:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Ucapkanlah:(<em> Ya Allah, bershalawatlah atas Muhammad dan keluarga Muhammad</em>).&#8221; (HR. Al-Bukhari No. 6118, Muslim No. 858).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">f.              Mencintai orang-orang yang dicintai Nabi shallallahu alaihi wasalam <em>.</em> Seperti Abu Bakar, Umar, Aisyah, Ali <em>radhiallahu anhum</em> dan segenap orang-orang yang disebutkan hadits bahwa beliau shallallahu alaihi wasalam mencintai mereka. Kita harus mencintai orang yang dicintai beliau dan membenci orang yang dibenci beliau shallallahu alaihi wasalam . Lebih dari itu, hendaknya kita mencintai segala sesuatu yang dicintai Nabi, termasuk ucapan, perbuatan dan sesuatu lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Bagaimana Agar Mencintai Nabi shallallahu alaihi wasalam ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">a.       Hendaknya kita ingat bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam adalah orang yang paling baik dan paling berjasa kepada kita, bahkan hingga dari orang tua kita sendiri. Beliau lah yang mengeluarkan kita dari kege-lapan kepada cahaya, yang menyampai-kan agama dan kebaikan kepada kita, yang memperingatkan kita dari kemung-karan. Dan kalau bukan karena rahmat Allah yang mengutus beliau shallallahu alaihi wasalam <em>, </em>tentu kita telah tenggelam dalam kesesatan.</p>
<p style="text-align:justify;">b.       Renungkanlah perjalanan hidup Nabi shallallahu alaihi wasalam <em>, </em>jihad dan kesabarannya serta apa yang beliau korbankan demi tegaknya agama ini, dalam menyebar-kan tauhid serta memadamkan syirik, sungguh suatu upaya yang tidak bisa dijangkau oleh siapapun.</p>
<p style="text-align:justify;">c.                Renungkanlah keagungan akhlak Nabi shallallahu alaihi wasalam <em>,</em> sifat dan sikapnya yang sempurna, rendah hati kepada kaum mukminin dan keras terhadap orang-orang munafik dan musyrikin, pemberani, dermawan dan penyayang. Cukuplah sanjungan Allah atas beliau shallallahu alaihi wasalam :<br />
<em>&#8220;Dan sungguh engkau memiliki akhlak yang agung&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">d.       Mengetahui kedudukan beliau shallallahu alaihi wasalam di sisi Allah<em> Ta&#8217;ala. </em>Beliau shallallahu alaihi wasalam adalah<em> </em>orang yang paling mulia di antara segenap umat manusia, penutup para Nabi, yang diistimewakan pada hari Kiamat atas segenap Nabi untuk memberikan syafa&#8217;at <em>uzhma </em>(agung), yang memiliki <em>maqam mahmud</em> (kedudukan terpuji), orang yang pertama kali membuka pintu Surga serta berbagai keutamaan beliau lainnya. <em>. </em></p>
<p style="text-align:justify;">(Disadur dari <strong>Abu Okasha</strong>)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=85&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/10/cinta-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OSPEK Dalam Tinjauan Syariat dan Nasehat Bagi Pelakunya</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/10/ospek-dalam-tinjauan-syariat-dan-nasehat-bagi-pelakunya/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/10/ospek-dalam-tinjauan-syariat-dan-nasehat-bagi-pelakunya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 03:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[ospek dalam tinjauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Diambil dari : www.alfurqaan.cjb.net dengan penambahan dan pengurangan Prosesi penyambutan mahasiswa baru tinggal menunggu waktu. Sebentar lagi, kampus-kampus akan diwarnai oleh aksi brutal mahasiswa lama kepada adik-adik mereka. Suara pukulan, cacian dan jerit kesakitan berbaur menjadi satu, sebagai saksi atas kedzaliman sebagian manusia atas manusia yang lain. Jika anda adalah bagian dari prosesi ini, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=89&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Diambil dari : <a href="http://www.alfurqaan.cjb.net/">www.alfurqaan.cjb.net</a><br />
dengan penambahan dan pengurangan</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Prosesi penyambutan mahasiswa baru tinggal menunggu waktu. Sebentar lagi, kampus-kampus akan diwarnai oleh aksi brutal mahasiswa lama kepada adik-adik mereka. Suara pukulan, cacian dan jerit kesakitan berbaur menjadi satu, sebagai saksi atas kedzaliman sebagian manusia atas manusia yang lain. Jika anda adalah bagian dari prosesi ini, maka kutuliskan risalah ini sebagai nasehat. Bacalah dengan hati yang terbuka dan jauh dari hawa nafsu. Allah Ta&#8217;ala berfirman (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat ALLAH dan pada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)&#8221;</em> (Al Hadid : 16 )</p>
<p style="text-align:justify;">Apapun labelnya, tak ada yang memungkiri bahwa prosesi penerimaan mahasiswa baru di kampus-kampus di seluruh Indonesia, pada umumnya penuh dengan berbagai pelanggaran syari&#8217;at Islam. Sebagian manusia merampas kemerdekaan manusia yang lain. Kemerdekaan yang besar berupa kemerdekaan (bebas) dari bermaksiat kepada Allah Ta&#8217;ala telah dirampas dengan kejam. Telah muncul manusia-manusia baru yang menyeru agar mereka dita&#8217;ati dalam bermaksiat kepada Allah <em>Tabaraka wa Ta&#8217;ala. </em>Apakah ini bukan suatu kedzaliman  yang besar ??. Padahal Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> bersabda (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Tidak ada ketaatan pada kemaksiatan, ketaatan itu hanyalah pada hal-hal yang ma&#8217;ruf.&#8221;</em> (Hadits Riwayat Imam Bukhari no.6830 dan Imam Muslim no.1840 dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiallahu &#8216;Anhu).</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa diantara kemaksiatan tersebut adalah :</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-89"></span><strong>1. </strong><strong>Membungkukkan diri di hadapan manusia </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya perkara membungkukkan diri di hadapan manusia adalah bathil. Allah <em>Ta&#8217;ala </em>telah berfirman (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;"><em> &#8220;Hai orang-orang yang beriman, ruku&#8217;lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan&#8221;</em> (Al Hajj : 77 )</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan kepada ALLAH sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.&#8221;</em> (An Nahl : 49 )</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai, yang menyuruh manusia agar didatangi dengan ruku&#8217; (membungkuk) sambil berjalan. Apakah engkau ingin diperlakukan layaknya Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala?. Apakah engkau ingin disejajarkan dengan Yang Maha Menguasai hidup dan matimu?.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Bersikap Ta&#8217;dzim di depan simbol &#8211; simbol fakultas </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya simbol, lambang ataupun bendera dibuat untuk menunjukkan identitas suatu kelompok. Namun, hari ini mereka telah menjadikan simbol-simbol tersebut sebagai sesuatu yang amat sakral. Bendera dan simbol fakultas, telah disikapi dengan sesuatu yang benar-benar di luar nalar yang sehat. Dengan begitu tenangnya, kepala mereka tertunduk hormat tatkala berdiri di hadapan benderanya atau ketika lagu kebanggaannya dilantunkan. Dan apakah mereka juga menundukkan kepalanya untuk berpikir tatkala mendengar ayat-ayat Al-Qur;an dibacakan ? Padahal Allah Ta&#8217;ala telah berfirman (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan apabila dibacakan Al-Quraan, maka dengarlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.&#8221;</em> (Al-A&#8217;raaf : 204)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sikap ta&#8217;dzim di hadapan bendera ini telah melahirkan sikap fanatisme yang cukup kuat terhadap fakultasnya. Sehingga tidaklah ia mendengar manusia merendahkan fakultasnya kecuali ia akan tampil sebagai pembela. Namun, ketika kaum kafirin mencela Allah, Rasul dan Dien-Nya, akankah mereka tampil ke depan sebagai pembela?.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Menghalangi manusia dari beribadah kepada Allah Ta&#8217;ala</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak bisa dipungkiri bahwa mayoritas mahasiswa baru yang ikut dalam prosesi ini di negeri ini adalah kaum muslimin. Maka pernahkah terlintas di benak mereka, adik-adik mereka terhalang untuk menunaikan shalat hanya karena ulah mereka. Belumkah mereka mendengar firman Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala (yang terjemahannya) :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.&#8221;</em> (Qaaf : 24-26)</p>
<p style="text-align:justify;">Pengikisan adab-adab pergaulan antara pria dengan wanita. Sebenarnya bencana ini telah merebak di mana-mana. Sekat-sekat pergaulan pria dengan wanita telah retak. Dan masyarakat kampus yang notabene adalah kaum terpelajar, ternyata turut memberikan andil bagi semakin hancurnya sekat-sekat tersebut. Betapa tidak, Mahasiswa baru harus memulai pekan pertamanya di kampus dengan dipaksa untuk berbicara tak senonoh di hadapan lawan jenisnya, atau makan bersama dengan lawan jenisnya. Sungguh, ini adalah keberhasilan besar bagi iblis dalam memperdaya Bani Adam. Dan tidaklah yang memaksakan lahirnya perbuatan ini, kecuali mereka yang jahil terhadap Dien-Nya. Mereka yang belum pernah mendengar sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.&#8221;</em> (Riwayat Ath Thabrani dalam Shahihul-Jami&#8217;, hadits no.4921)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Mendzalimi Sesama Muslim </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perkara mendzalimi manusia adalah perkara yang dianggap lumrah dalam prosesi ini. Padahal di sisi Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala, perkara ini adalah perkara yang besar. Sebagaimana tergambar dalam hadits Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Ibnu Umar <em>Radhiallahu &#8216;Anhu</em>, ia berkata : Bersabda Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> : <em>&#8220;Menganiaya itu adalah suatu  kegelapan dari beberapa kegelapan di hari kiamat&#8221;.</em> (Hadits  disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Salamah Radhiallahu &#8216;Anhu, ia berkata : Bersabda Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> : <em>&#8220;Maka siapa yang memberi kesusahan kepada orang Islam, maka Allah akan menyusahkan dia, dan barangsiapa yang memberi masaqat (kesulitan) kepada orang Islam, maka Allah akan memberi kesulitan padanya&#8221;</em>. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Tirmidzi. Imam Tirmidzi menyatakan hasannya hadits ini).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Dzarr <em>Radhiallahu &#8216;Anhu</em>, dari Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> tentang firman Allah yang berbunyi dalam (hadits Qudsi) riwayatnya : <em>&#8220;Allah berfirman : &#8220;Hai hamba-Ku ! Aku telah mengharamkan berbuat aniaya pada-Ku, dan kuharamkan pula perbuatan aniaya itu terhadap sesamamu. Maka janganlah kamu saling  menganiaya&#8221;</em>. (Dikeluarkan oleh Imam Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya <em>&#8220;Al-Jawaab Al-Kaafy Liman Sa&#8217;ala anid-Dawaa&#8217; Asy-Syaafy (Ad-Daa&#8217; wad-Dawaa&#8217;) &#8220;</em> menyebutkan bahwa kezhaliman ini termasuk diantara dosa yang paling besar di sisi Allah Ta&#8217;ala yang derajatnya tergantung pada bobot kerusakannya. Maka bagaimanakah kira-kira derajat dosa yang diperoleh oleh para pelaku kedzaliman dalam prosesi ini?. Mereka mencaci, menendang dan memukul adik-adik mereka tanpa sebuah alasan pun!. Tanpa perasaan bersalah dan menyesal!?. Tamparan mereka membekas dengan hebat di wajah-wajah kaum Muslimin dari kalangan adik-adik mereka. Padahal, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Shahabat Jabir <em>Radhiyallahu ‘Anhu</em> (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam melarang memukul muka dan menandai sesuatu di muka.&#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">Maka apakah yang mereka inginkan dari prosesi ini ?. Dan apakah yang mereka dapatkan selain dari dosa, laknat dan kebencian manusia ?. Wahai para pelaku kedzaliman !. Takutlah kepada Allah, Rabb pemilik semesta alam. Dialah yang memiliki hari-harimu, Dialah yang senantiasa melihat dan mengetahui keadaanmu, dan Dialah yang akan menghisab dan mengadilimu di hari kiamat kelak. Ingatlah tatkala, semua makhluk dikumpulkan di padang yang datar nan luas lagi putih. Pada saat itulah, amal perbuatan manusia akan ditanyakan. Satu persatu manusia akan bersendiri dengan Rabbnya, antara dia dengan Allah tidak ada penerjemah. Maka beruntunglah mereka yang setelah Allah sebutkan dosa-dosanya, maka Allah ampuni kemudian Allah tutupi. Dan kecelakaanlah pada saat itu bagi mereka yang Allah katakan kepadanya, bukankah begini, bukankah begitu&#8230;&#8230;. Allah telah mendebatnya, dan siapakah yang bisa mengelak dari perkataan-Nya. Ketahuilah, wahai yang menyeru untuk di ta&#8217;ati dalam bermaksiat kepada Allah. Kematian pasti dan sungguh-sungguh pasti akan mendatangimu. Kematian akan datang kepadamu dengan tiba-tiba. Apakah nanti ketika saat itu tiba, barulah kedzalimanmu terhenti dengan terpaksa ?. Barulah engkau sadar bahwa selama ini engkau telah menyia-nyiakan nikmat dan karunia Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala. Kemudian setelah itu engkau tidak akan dibiarkan, engkau akan dibalas dengan pembalasan yang besar !!. Kobaran Neraka telah menuggumu, raungan neraka telah memanggilmu, sehingga engkaupun berharap di dalam kuburmu, agar hari kiamat tidak segera datang !. Maka jika engkau dalam keadaan yakin akan hal itu, apakah yang menghalangimu untuk bertaubat saat ini juga ? apakah yang membuatmu tetap meneruskan kedzaliman dan kedurhakaanmu kepada Allah pemilik kehidupan dan kematian ?. Jangan-jangan hatimu telah mati, jangan-jangan engkau termasuk yang berputus asa dari Rahmat-Nya. Maka ketahui pulalah, bahwa Dia telah berfirman (yang terjemahannya):</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Katakanlah : ‘Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah pada-Nya.&#8221;</em> (Az-Zumar : 53-54)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ingatlah kisah taubatnya pembunuh seratus orang, yang diriwayatkan dari Abu Sa&#8217;id Sa&#8217;ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri <em>Radhiallahu &#8216;Anhu</em> bahwa Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> bersabda (yang terjemahannya) :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Di jaman orang-orang sebelum kamu ada seorang laki-laki yang pernah membunuh 99 orang, kemudian dia bertanya tentang orang yang paling alim di dunia. Maka ditunjukkanlah kepadanya seorang rahib (pendeta), kemudian ia mendatanginya dan berkata, bahwa dia telah membunuh 99 orang, maka masihkah ada kesempatan baginya untuk bertaubat?. Rahib tersebut menjawab : &#8220;Tidak&#8221; Kemudian dibunuhlah pendeta tersebut sehingga genaplah seratus orang yang dibunuhnya. Kemudian dia bertanya tentang orang yang paling alim di dunia, maka ditunjukkanlah kepadanya seorang alim. Diapun bertanya, bahwa dia telah membunuh seratus nyawa, masihkah ada kesempatan taubat baginya?. Orang alim tersebut menjawab, &#8220;Ya, siapakah yang dapat menghalangi seseorang untuk bertaubat.? Berangkatlah ke negeri sana karena di sana ada orang-orang yang beribadah kepada Allah, maka beribadahlah kepada Allah bersama mereka, dan janganlah kembali ke kampungmu karena itu adalah kampung yang buruk.&#8221;. Maka berangkatlah ia, ketika dia sampai separuh perjalanan, maut menjemputnya. Maka bertengkarlah malaikat rahmat dan malaikat adzab. Berkatalah malaikat rahmat: &#8220;Dia datang untuk bertaubat kepada Allah Ta&#8217;ala dengan hati yang tulus.&#8221; Berkatalah malaikat adzab : &#8220;Dia belum pernah melakukan kebaikan sedikitpun.&#8221; Kemudian datanglah malaikat dalam bentuk manusia sebagai hakim antara keduanya. Dia berkata : &#8220;Ukurlah jarak antara kedua tempat itu, mana yang lebih dekat itulah yang menjadi bagiannya.&#8221; Merekapun akhirnya mengukur jarak antara dua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa tempat yang dituju lebih dekat, maka malaikat rahmat membawanya.&#8221;</em> (Muttafaq ‘Alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan urusannya lebih dari itu, perhatikanlah firman Allah Ta&#8217;ala (yang terjemahannya) :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan orang-orang yang tidak menyembah sesembahan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat (pembalasan) dosanya. Yakni akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka mereka itu akan diganti kejahatannya oleh Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</em> (Al-Furqaan : 68-70)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ayat yang berbunyi : <em>&#8220;Mereka itu akan diganti kejahatannya oleh Allah dengan kebajikan,&#8221;</em> menegaskan bagi anda tentang karunia Allah yang agung.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, sekarang setelah semuanya jelas. Mengapa hati itu masih belum berpaling dari kegelapan menuju cahaya yang terang ?. Apakah perkataan Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala dalam Al-Qur&#8217;an dan sabda Rasul-Nya hanyalah omong kosong belaka ?. Apakah janji-janji surga dan ancaman neraka hanyalah bualan mimpi belaka ?. Apakah akhirat hanya sekedar fatamorgana yang menipu ?. Apakah kehidupan setelah kematian tidak lebih dari dongeng-dongeng pengantar tidur ?. Jika jawabanmu adalah : &#8220;Ya&#8221; maka boleh jadi, pada saat ini, binatangpun masih lebih baik dari pada dirimu. Akhirnya, hanya kepada Allah-lah diserahkan urusan, dan hidayah itu adalah milik-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> Wallahu a&#8217;lam bish showwab</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Rujukan: </span></strong></p>
<ul>
<li><em>Taubat, Jalan Pintas Menebus Dosa</em>. Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid. At-Tibyan, 2001.</li>
<li><em>Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa</em>. Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid. Darul Haq, 1997.</li>
<li><em>Terjemah Bulughul Maram</em> (Ibnu Hajar Al Asqalani). Drs.Moh.Machfuddin Aladip. CV.Toha Putra.</li>
<li>Rekaman Ta&#8217;lim Al-Ushul Ats-Tsalatsah. Ustadz Khaidir.</li>
<li>Majalah Salafy edisi 34/1421 H /2001 M.</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=89&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/10/ospek-dalam-tinjauan-syariat-dan-nasehat-bagi-pelakunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ali Bin Abi Tholib Sang Penakluk BENTENG KHOIBAR</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/09/ali-bin-abi-tholib-sang-penakluk-benteng-khoibar/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/09/ali-bin-abi-tholib-sang-penakluk-benteng-khoibar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 13:23:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[siroh]]></category>
		<category><![CDATA[ali bin abi tholib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Khoibar adalah sebuah daerah yang dikuasai Yahudi. Khoibar memiliki beberapa benteng pertahanan. Salah satunya adalah benteng Na&#8217;im. Benteng Na&#8217;im inilah yang pertama dikepung oleh kaum muslimin. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Bakar ash Shiddiq, dengan membawa bendera dari Rasulullah Shollahllahu ‘alaihi wa sallam. Abu Bakar memimpin penyerangan bentang Na&#8217;im. Abu Bakar berjuang keras [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=74&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Khoibar adalah sebuah daerah yang dikuasai Yahudi. Khoibar memiliki beberapa benteng pertahanan. Salah satunya adalah benteng Na&#8217;im. Benteng Na&#8217;im inilah yang pertama dikepung oleh kaum muslimin. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Bakar ash Shiddiq, dengan membawa bendera dari Rasulullah Shollahllahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Bakar memimpin penyerangan bentang Na&#8217;im. Abu Bakar berjuang keras untuk menaklukkan benteng tersebut. Tapi beliau gagal menaklukkan dan pulang karena lelah. Keesokan harinya, Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallam mengutus Umar bin Khottob. Umar berjuang dengan keras untuk menaklukan benteng tersebut. Namun Umar pun gagal dan pulang karena lelah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada malam harinya, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Sungguh, besok pagi aku akan memberikan bendera ini, kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan juga dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberikan kemenangan melalui kedua tangannya..&#8221; Maka semalam suntuk para shohabat ramai membicarakan, siapakah gerangan di antara mereka yang akan diserahi bendera tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-74"></span>Pada keesokan harinya, para shohabat menemui Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berharap agar menjadi orang yang dipilih oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam untuk memegang bendera.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Dimana Ali bin Abi Tholib?&#8221; para shohabat menjawab, &#8220;Dia sedang sakit kedua matanya.&#8221; Lalu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengutus beberapa shohabat menemui ‘Ali bin Abi Tholib dan membawa ‘Ali ke hadapan beliau. Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam meludahi kedua mata ‘Ali bin Abi Tholib dan berdoa. Seketika itu, sembuhlah kedua mata ‘Ali, seakan-akan tidak pernah sakit mata sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan bendera kepada ‘Ali bin Abi Tholib, beliau berpesan kepadanya, &#8220;berjalanlah dengan tenang, sampai engkau turun di pelataran mereka. Kemudian ajaklah mereka kepada islam. Beritahukan kepada mereka, apa yang harus mereka lakukan terhadap hak-hak Allah,.demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seorang saja melalui dirimu, itu lebih baik bagimu daripada kamu mendapat onta-onta merah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian berangkatlah Ali bin Abi Thalib bersama para shohabat lainnya menuju benteng Na&#8217;im. Benteng Na&#8217;im adalah benteng pertahanan terdepan bagi orang-orang Yahudi. Di dalam benteng itu ada sekitar seribu orang termasuk tokoh-tokoh Yahudi.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka mulailah Ali bin Abi Tholib menghampiri benteng ini dan mengajak orang-orang Yahudi untuk masuk islam. Tetapi mereka menolak ajakan ‘Ali. Maka keluarlah orang-orang Yahudi yang dipimpin oleh seorang yang bernama Marhab. Lalu terjadilah pertempuran seru antara pasukan ‘Ali melawan orang-orang Yahudi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, Marhab menantang untuk adu tanding melawan seorang dari kaum muslimin. Maka majulah salah seorang shohabat yang bernama Amir. Keduanya terlibat pertarungan dan pergumulan yang seru. Namun dalam adu tanding ini Amir akhirnya terbunuh. Ia terkena sabetan pedang Marhab pada lututnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk yang kedua kalinya Marhab menantang adu tanding sambil melantunkan sya&#8217;ir. Maka tampillah ‘Ali bin Abi Tholib maju ke depan menjawab tantangan Marhab. Ali pun membalas sya&#8217;ir Marbah. Maka keduanya terlibat pertempuran yang seru. Marhab berhasil memukul ‘Ali hingga perisai ‘Ali terlepas. Kemudian ‘Ali bin Abi Thalib mengambil salah satu pintu benteng tersebut sebagai perisai.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, tujuh orang shohabat sekalipun tidak mampu membalik pintu tersebut. Dalam pertempuran ini ‘Ali bin Abi Tholib berhasil menebas kepala Marhab hingga tewas. Dengan kepemimpinan ‘Ali bin Abi Tholib, akhirnya Allah memberikan kemenangan pada kaum muslimin.</p>
<p style="text-align:justify;">(sumber : Sirah An Nabawiyyah Ibnu hisyam 3/194, Ar Rohiqul Makhtum Syaikh Shofiyyur Rahman Al mubarakfury hal. 376-378, Kitabuttauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal.12)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=74&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/09/ali-bin-abi-tholib-sang-penakluk-benteng-khoibar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutang Barang Untuk Mencari Uang</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/08/hutang-barang-untuk-mencari-uang/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/08/hutang-barang-untuk-mencari-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 10:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[hutang barang mencari uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Lajnah Daimah pernah ditanya : bagaimana pendapat para ulama tentang orang yang membeli sebuah barang, dia membayarnya dan mengambil barangnya dari si penjual. Kemudian datang orang lain membeli barang yang baru dibelinya tersebut dengan harga lebih mahal pembayaran selama setahun? Lajnah Daimah menjawab : Menjual barang dengan pembayaran tempo dengan harga yang lebih mahal daripada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=70&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lajnah Daimah pernah ditanya : bagaimana pendapat para ulama tentang orang yang membeli sebuah barang, dia membayarnya dan mengambil barangnya dari si penjual. Kemudian datang orang lain membeli barang yang baru dibelinya tersebut dengan harga lebih mahal pembayaran selama setahun?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lajnah Daimah menjawab :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menjual barang dengan pembayaran tempo dengan harga yang lebih mahal daripada harga kontan, di kalangan para ahli ilmu disebut dengan <em>Tawarruq</em>. Dan pendapat yang didahulukan dari Mandzhab Hambali, jual beli seperti ini boleh.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan : &#8220;Jika si pembeli tidak membutuhkan pada barang (yang dibelinya), dia hanya membutuhkan emas dan perak (uang), dia membeli sebuah (dengan pembayaran tempo atau hutang) untuk dijual atau ditukar dengan barang yang dibutuhkan. Tetapi, jika dia mengembalikan barang (yaitu menjualnya kembali) kepada penjual pertama, maka tidak diragukan lagi keharamannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-70"></span>Jika dia menjualnya kepada orang lain dengan akad yang sah, dan barang tidak kembali kepada pihak penjual pertama sama sekali, maka para ulama berselisih pendapat tentang hukum makruhnya. Mereka menamakannya <em>Tawaruq</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Umar bin Abdul Aziz menghukuminya makruh, dan beliau mengatakan, bahwa <em>tawarruq</em> itu saudara kecil dari riba. Sedangkan Iyas bin Mu&#8217;awiyyah, dalam masalah ini memberikan rukhsah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan dari Imam Ahmad, terdapat dua riwayat tertulis, dan beliau juga menyatakan, jika ada seseorang berhutang kepada orang lain, maka disini ada tiga masalah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama,</strong> di antara mereka sudah ada akad <em>lafzhiyah</em>, atau sudah menjadi kebiasaan bahwa dia akan membeli sebuah barang dari pemilik sebuah toko, lalu menjualnya kepada orang yang ingin membeli barang tadi, dan setelah itu barangnya kembali lagi ke pemilik toko (tempat pembelian pertama tadi). Akad seperti ini tidak boleh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua,</strong> pembeli membeli barang dari pemilik toko, lalu dia menjualnya lagi ke pemilik toko tadi. Ini juga tidak boleh, berdasarkan hadits Ummu Walad Zaid bin Arqam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga,</strong> dia membeli barang dengan akad yang sah kemudian menjualnya kepada orang yang hendak membelinya dengan hutang, lalu salah satu dari keduanya menjualnya, maka ini dinamakan <em>tawarruq</em>, karena tujuan utamanya adalah uang. Dia mendapatkan uang seratus dan menanggung hutang seratus dua puluh, misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam masalah (point ketiga) ini, para ulama salaf berselisih pendapat. Dan pendapat terkuat, penjualan semaacam ini dilarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Umar bin Abdul Aziz mengatakan : &#8220;tawarruq itu riba&#8221;. Karena sesungguhnya Allah mengharamkan mendapatkan Dirham dengan Dirham yang lebih banyak dengan pembayaran tempo. Dalam akad semacam ini akan membahayakan orang yang membutuhkan, serta memakan hartanya dengan cara bathil. Makna-makna semacam terdapat dalam gambaran ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya. Yang Allah perbolehkan, yaitu jual-beli dan berniaga. Sampai disini perkataan Syaikhul Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun jika tujuan utama si pembeli (pertama) adalah untuk memanfaatkan barang yang dibelinya, atau ingin diniagakan, maka dia boleh menjualnya secara tempo di akhir dengan harga yang lebih tinggi dari harga kontan. Hal ini jika barang yang dijualnya itu sudah ada dalam kuasa si penjual.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=70&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/08/hutang-barang-untuk-mencari-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH TIGA ORANG YANG TERKURUNG DI GUA</title>
		<link>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/07/kisah-tiga-orang-yang-terkurung-di-gua/</link>
		<comments>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/07/kisah-tiga-orang-yang-terkurung-di-gua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 14:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Forum Kajian Islam Al-Atsary</dc:creator>
				<category><![CDATA[siroh]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tiga orang dalam gua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alatsarysolo.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[(Bentuk Tawassul Yang disyari&#8217;atkan) MUKADDIMAH Bila melihat fenomena yang ada di masyarakat, kita banyak menemukan hal-hal yang sama sekali jauh dari ajaran Islam bahkan menjurus kepada perbuatan syirik tanpa disadari. Hal ini tentunya diakibatkan kurangnya pemahaman yang benar tentang ajaran agama, terutama pondasi ‘aqidah yang sangat lemah sehingga ritual-ritual yang sebenarnya merupakan warisan animisme, dinamisme, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=54&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>(Bentuk Tawassul Yang disyari&#8217;atkan)</em></strong></p>
<h2>MUKADDIMAH</h2>
<p style="text-align:justify;">Bila melihat fenomena yang ada di masyarakat, kita banyak menemukan hal-hal yang sama sekali jauh dari ajaran Islam bahkan menjurus kepada perbuatan syirik tanpa disadari.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini tentunya diakibatkan kurangnya pemahaman yang benar tentang ajaran agama, terutama pondasi ‘aqidah yang sangat lemah sehingga ritual-ritual yang sebenarnya merupakan warisan animisme, dinamisme, Budhisme dan Hinduisme masih tetap dilakukan oleh sebagian masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara bentuk ritual tersebut, misalnya, mempersembahkan sesajenan kepada apa yang mereka sebut sebagai penguasa pantai selatan -yang lebih dikenal dengan nyi loro Kidul- dengan keyakinan bahwa hal tersebut dapat menghindarkan mereka dari malapetaka dan kemarahannya, dimudahkan rizki dan sebagainya; mendatangi kuburan orang-orang shalih atau orang yang dijuluki sebagai wali, yang dianggap keramat dengan membawa tumbal atau sesajenan seperti ayam dan hidangan yang berupa lauk pauk, dan sebagainya. Mereka menganggap bahwa si penghuni kuburan yang wali dan dianggap keramat tersebut dapat memenuhi keinginan mereka, karenanya mereka memohon melalui mereka agar dapat memenuhi keinginan mereka dalam mendapatkan jodoh, menjadi kaya dan seterusnya. Dan banyak lagi ritual-ritual lain yang sebenarnya bernuansa syirik.</p>
<p style="text-align:justify;">Anehnya, hal itu biasanya mengatasnamakan dien al-Islam dengan membuat nuansa Islami didalam perayaannya bahkan dengan membacakan ayat-ayat al-Qur&#8217;an. Sungguh, hal ini merupakan bentuk pelecehan terhadap ajaran Islam dan bagi pelakunya agar segera bertaubat kepada Allah Ta&#8217;ala. Apa yang mereka kira, bahwa hal itu merupakan bentuk <em>tawassul </em> adalah salah kaprah. Bila ingin bertawassul maka hendaknya sesuai dengan ketentuan syari&#8217;at sebab <em>tawassul </em>semacam itu dilarang dan akan menjerumuskan mereka ke dalam kesyirikan dan kesesatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu, dalam kajian hadits kali ini, kami menjadikan tema utamanya seputar <em>tawassul </em>yang dianjurkan dan dibenarkan oleh syari&#8217;at melalui sebuah kisah yang terdapat dalam hadits yang shahih dan -kiranya- amat masyhur, disamping permasalahan lainnya yang dapat diambil pelajaran dari kisah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Metode penjelasan melalui kisah seperti ini biasanya membuat pembaca atau pendengarnya lebih tertarik dan cepat meresap ke dalam sanubari, untuk kemudian ditindaklanjuti dalam kehidupan nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga bermanfa&#8217;at dan dapat menggugah hati kita semua.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-54"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<h1 style="text-align:justify;">NASKAH HADITS</h1>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>عن عبد اللّه بن عمر- رضي اللّه عنهما- قال : سمعت رسول اللّه  يقول : </strong><strong>»</strong><strong> انطلق ثلاثة رهط ممن كان قبلكم حتى أووا المبيت إلى غار فدخلوه ، فانحدرت صخرة من الجبل، فسدّت عليهم الغار، فقالوا: إنه لا ينجيكم من هذه الصخرة إلا أن تدعوا اللّه بصالح أعمالكم، فقال رجل منهم: اللهم كان لي أبوان شيخان كبيران وكنت لا أغْبقُ قبلهما أهلاً ولا مالاً، فنأى بي في طلب شيء يوما، فلم أرِح عليهما حتى ناما : فحلبت لهما غبوقهما، فوجدتهما نائمين، وكرهت أن أغبق قبلهما أهلاً أو مالًا، فلبثت- والقدح على يدي- أنتظر استيقاظهما حتى بَرَق الفجر، فاستيقظا فشربا غبوقهما، اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك ففرّج عنا ما نحن فيه من هذه الصخرة، فانفرجت شيئاً لا يستطيعون الخروج </strong><strong>«</strong><strong> .</strong></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>قال النبي  : </strong><strong>»</strong><strong> وقال الآخر: اللهم كانت لي بنت عمّ، كانت أحبَّ الناس إلَّي، فأردتها عن نفسها، فامتنعت منّي حتى ألمَّت بها سنة من السنين ، فجاءتني فأعطيتها عشرين ومائة دينار على إن تخلّي بيني وبين نفسها، ففعَلَت، حتى إذا قدَرْتُ عليها، قالت: لا أحِلّ لك أن تفضّ الخاتم إلا بحقّه، فتحرجت من الوقوع عليها، فانصَرَفْتُ عنها وهي أحبّ الناس إلىّ، وتركتُ الذهب الذي أعطيتها، اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج عنا ما نحن فيه، فانفرجت الصخرة، غير أنهم لا يستطيعون الخروج منها </strong><strong>«</strong><strong> .</strong></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>قال النبي  : </strong><strong>»</strong><strong> وقال الثالث : اللهم إني استأجرت أجراء ، فأعطيتهم أجرهم غير رجل واحد ترك الذي له وذهب ، فثمّرت أجره حتى كثرت منه الأموال، فجاءني بعد حين ، فقال : يا عبد الله ، أدِّ إلي أجري ، فقلت له : كل ما ترى من أجرك، من الإبل، والبقر، والغنم، والرقيق، فقال : يا عبد الله ، لا تستهزئ بي ، فقلت : إني لا أستهزئ بك فأخذه كله فاستاقه فلم يترك منه شيئا ، اللهم فإن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج عنا ما نحن فيه ، فانفرجت الصخرة ، فخرجوا يمشون </strong><strong>«</strong><strong> متفق عليه.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallaahu &#8216;anhuma, dia berkata: &#8220;aku mendengar Rasulullah Shallallâhu &#8216;alaihi wasallam bersabda:&#8217;ada tiga orang yang hidup sebelum kalian berangkat (ke suatu tempat) hingga mereka terpaksa harus berminap di sebuah gua, lalu memasukinya. Tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dari arah gunung lantas menutup rongga gua tersebut. Lalu mereka berkata:&#8217;sesungguhnya yang dapat menyelamatkan kalian dari batu besar ini hanyalah dengan (cara) berdoa kepada Allah melalui perbuatan-perbuatan yang shalih&#8217; (maksudnya: mereka memohon kepada Allah dengan menyebutkan perbuatan yang dianggap paling ikhlas diantara yang mereka lakukan-red). Salah seorang diantara mereka berkata:&#8217;Ya Allah! aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah renta dan aku tidak berani memberikan jatah minum mereka kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, lantas aku memeras susu seukuran jatah minum keduanya, namun akupun mendapatkan keduanya tengah tertidur. Meskipun begitu, aku tidak berani memberikan jatah minum mereka tersebut kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Akhirnya, aku tetap menunggu (kapan) keduanya bangun -sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada ditanganku- hingga fajar menyingsing. Barulah Keduanyapun bangun, lalu meminum jatah untuk mereka. ‘Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut sedikit merenggang namun mereka tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)&#8217; .</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi bersabda lagi: ‘ yang lainnya (orang kedua) berkata: ‘ya Allah! aku dulu mempunyai sepupu perempuan (anak perempuan paman). Dia termasuk orang yang amat aku kasihi, pernah aku menggodanya untuk berzina denganku tetapi dia menolak ajakanku hingga pada suatu tahun, dia mengalami masa paceklik, lalu mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia membiarkan apa yang terjadi antaraku dan dirinya ; diapun setuju hingga ketika aku sudah menaklukkannya, dia berkata:&#8217;tidak halal bagimu mencopot cincin ini kecuali dengan haknya&#8217;. Aku merasa tidak tega untuk melakukannya. Akhirnya, aku berpaling darinya (tidak mempedulikannya lagi-red) padahal dia adalah orang yang paling aku kasihi. Aku juga, telah membiarkan (tidak mempermasalahkan lagi) emas yang telah kuberikan kepadanya. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut merenggang lagi namun mereka tetap tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)&#8217; .</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Shallallâhu &#8216;alaihi wasallam bersabda lagi: ‘ kemudian orang ketigapun berkata: ‘Ya Allah! aku telah mengupah beberapa orang upahan, lalu aku berikan upah mereka, kecuali seorang lagi yang tidak mengambil haknya dan pergi (begitu saja). Kemudian upahnya tersebut, aku investasikan sehingga menghasilkan harta yang banyak. Selang beberapa waktu, diapun datang sembari berkata: &#8220;wahai ‘Abdullah! Berikan upahku!. Aku menjawab:&#8217;onta, sapi, kambing dan budak; semua yang engkau lihat itu adalah upahmu&#8217;. Dia berkata :&#8217;wahai ‘Abdullah! jangan mengejekku!&#8217;. Aku menjawab: &#8220;sungguh, aku tidak mengejekmu&#8217;. Lalu dia mengambil semuanya dan memboyongnya sehingga tidak menyisakan sesuatupun. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Batu besar tersebut merenggang lagi sehingga merekapun dapat keluar untuk melanjutkan perjalanan&#8217;. (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SEPUTAR PERAWI HADITS</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beliau adalah seorang shahabat agung, Abu ‘Abdirrahman, ‘Abdullah bin ‘Umar bin al-Khaththab bin Nufail, berasal dari suku Quraisy dan al-‘Adawiy.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau juga seorang yang lama berdiam di Mekkah sehingga dinisbatkan kepadanya &#8220;al-Makkiy&#8221;. Demikian pula, beliau lama tinggal di Madinah setelah di Mekkah, sehingga dinisbatkan  kepadanya &#8220;al-Madaniy&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau adalah seorang Imam panutan, masuk Islam saat masih kecil dan berhijrah bersama ayahnya saat belum berusia baligh. Pada perang Uhud, beliau tidak ikutserta karena masih kecil sehingga peperangan pertama yang diikutinya adalah perang Khandaq (perang A<span style="text-decoration:underline;">h</span>zâb). Beliau termasuk orang yang membai&#8217;at di bawah pohon.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau banyak mewarisi ilmu dari Nabi Shallallâhu &#8216;alaihi wasallam dan para al-Khulafaur Rasyidun. Wafat pada tahun 73 H.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENJELASAN KEBAHASAAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1.      Ungkapan: <strong>&#8220;inthalaqa tsalâtsatu rahthin min man kâ na qablakum&#8221; </strong>(&#8216;ada tiga orang yang hidup sebelum kalian)  yakni tiga orang yang berasal dari Bani Israil.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Ungkapan : <strong>&#8220;Rahthun&#8221; </strong>(orang) ; digunakan untuk jumlah dibawah sepuluh orang.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Ungkapan : <strong>&#8220;an tad-‘ullâha bi shâli<span style="text-decoration:underline;">h</span>i a&#8217;mâlikum&#8221; </strong>(dengan cara berdoa kepada Allah melalui perbuatan-perbuatan yang shalih), yakni bertawassul-lah kepada Allah Ta&#8217;ala dan berdoa-lah kepadaNya dengan perantaraan perbuatan-perbuatan yang shalih yang kalian lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Ungkapan : <strong>&#8220;Lâ u<span style="text-decoration:underline;">h</span>illu laka an tafudldla al-Khâtim illâ bi<span style="text-decoration:underline;">h</span>aqqihi&#8221;</strong> (&#8216;tidak halal bagimu mencopot cincin ini kecuali dengan haknya&#8217;), yakni bahwa dia (sepupu perempuannya) memintanya agar tidak menyetubuhinya kecuali dengan cara yang sesuai dengan aturan syara&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PELAJARAN-PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hadits panjang diatas mengandung banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">a.      <strong>Mengambil pelajaran dan wejangan dari kisah-kisah umat terdahulu<br />
</strong>Seorang Muslim patut mempelajari dan merenunginya sehingga dapat bermanfa&#8217;at bagi kehidupannya. Bukankah Allah Ta&#8217;ala telah mengisahkan banyak sekali kisah-kisah umat-umat terdahulu, terutama para utusan Allah,  kepada kita?. Semua itu, tentunya agar generasi selanjutnya dapat memetik pelajaran dari mereka. Dalam hal ini, Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur&#8217;an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman&#8221;. (Q,.s.12/Yûsuf: 111)</p>
<p style="text-align:justify;">b.      <strong>Al-Uslûb al-Qashshiy (gaya bahasa yang menggunakan kisah/cerita) dapat membuat pendengar dan pembaca ketagihan untuk mendengar atau membacanya, penuh antusias dan langsung meresponsnya dalam tindakan nyata<br />
</strong>Oleh karena itulah, Nabi Shallallâhu &#8216;alaihi wasallam senantiasa dari waktu ke waktu menggunakan metode ini  ketika memberikan nasehat kepada para shahabatnya.<br />
Seorang penuntut ilmu perlu juga melakukan metode seperti ini saat menyampaikan kajiannya kepada para pesertanya bilamana dia mendapatkan momen yang tepat untuk itu sebab metode seperti ini memiliki implikasi positif terhadap pemikiran dan akhlaq mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">c.      <strong>Pentingnya ‘aqidah yang benar dan tauhid yang bersih dari noda syirik<br />
</strong>Diantara amalan yang paling agung yang dapat menyelamatkan pelakunya dari bencana yang menimpanya di dunia dan (dari) ‘azab di akhirat adalah ‘aqidah yang benar dan tauhid yang bersih dari noda-noda syirik.<br />
Hal ini tampak dari kisah ketiga orang yang terkurung di dalam gua diatas dimana mereka bersepakat untuk bertawassul kepada Allah Ta&#8217;ala melalui amalan-amalan mereka yang mereka anggap paling afdlal dan telah dilakukan dengan seikhlash-ikhlashnya. Ternyata, begitu cepat mereka merasakan hasilnya  di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">d.      <strong>Tawassul dengan perbuatan-perbuatan yang shalih</strong><br />
Kisah didalam hadits diantas menunjukkan bahwa bertawassul kepada Allah Ta&#8217;ala dengan perbuatan-perbuatan yang shalih yang semata-mata mengharap ridla Allah Ta&#8217;ala adalah disyari&#8217;atkan. Sedangkan bertawassul dengan selain itu, seperti dengan pepohonan, kuburan, para wali dengan memohon kepada mereka sesuatu yang tidak patut kecuali kepada Allah, merupakan syirik yang paling besar yang mengeluarkan pelakunya dari dien Islam. Hal ini didukung oleh firman-firman Allah Ta&#8217;ala:<em> &#8220;Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu&#8230;&#8221;. (Q,.s. 7/al-A&#8217;râf:194)</em><br />
Dan firman Allah Ta&#8217;ala: <em>&#8220;Katakanlah:&#8221;Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai ilah) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada diantara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya, [22]. Dan tiadalah berguna syafat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu&#8230;&#8221;.[23] (Q,.s. 34/as-Saba&#8217;:23)<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">e.      <strong>Urgensi doa</strong><br />
Doa merupakan suatu ibadah dan salah satu bentuk taqarrub yang paling afdlal yang harus dilakukan oleh seorang Mukmin terhadap Rabbnya. Ia juga mengandung makna perlindungan seorang hamba kepada Rabbnya dan bagaimana dia merasakan betapa faqir, hinadina serta lemahnya kekuatan yang ada pada dirinya.<br />
Dalam hal ini, ketiga orang tersebut berlindung kepada Allah Ta&#8217;ala dan memohon agar Dia Ta&#8217;ala menyelamatkan mereka dari kondisi yang tengah mereka alami melalui doa dan tawassul mereka kepadaNya. Allah berfirman: <em>&#8220;Dan Rabbmu berfirman:&#8221;Berdo&#8217;alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina&#8221;. (Q,.s.40/Ghâfir:60)</em><br />
Dan firmanNya: <em>&#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran&#8221;. (Q,.s. 2/al-Baqarah:186)<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">f.        <strong>Berbakti kepada kedua orangtua</strong><br />
Hadits diatas juga menunjukkan keutamaan berbakti kepada kedua orangtua (birr al-Wâlidain), patuh, melakukan kewajiban terhadap hak-hak keduanya dan mengabdikan diri serta menanggung segala kesulitan dan derita demi keduanya. Diantaranya hak-hak keduanya adalah:<br />
melakukan perintah keduanya selama bukan dalam berbuat maksiat kepada Allah Ta&#8217;ala, melayani, membantu dalam bentuk fisik dan materil, berbicara dengan ucapan yang lembut, tidak durhaka serta selalu berdoa untuk keduanya.<br />
Memperbanyak doa untuk keduanya, bersedekah jariyah atas nama keduanya, melaksanakan wasiat, menyambung rahim serta memuliakan rekan-rekan keduanya. Dalam hal ini Allah berfirman: &#8220;Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia, [23]. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:&#8221;Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil&#8221;.[24]  (Q,.s. 17/al-Isra&#8217;: 23-24)</p>
<p style="text-align:justify;">g.      <strong>Berbakti kepada kedua orangtua merupakan sebab terhindarnya dari kesulitan-kesulitan di dunia dan keselamatan dari ‘azab akhirat</strong><br />
Dalam kisah diatas, salah seorang dari mereka, bertawassul kepada Allah melalui perbuatannya yang dianggap paling afdlal dan ikhlas dilakukannya, yaitu berbakti kepada kedua orangtuanya sehingga hal menjadi sebab merenggang dan terbukanya rongga gua dari batu besar yang menutupnya.<br />
Abu Darda&#8217; radhiallaahu &#8216;anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallâhu &#8216;alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: &#8220;orangtua merupakan pintu pertengahan di surga; jika kamu menginginkannya, maka jagalah ia atau bila (tidak) maka sia-siakanlah &#8220;.<br />
Sebagaimana, berbakti kepada kedua orangtua juga merupakan sebab masuk surga, sementara durhaka kepada keduanya merupakan sebab mendapatkan ‘azab di dunia dan akhirat.<br />
Nabi Shallallâhu &#8216;alaihi wasallam bersabda:&#8221;Ada tiga orang yang tidak dapat masuk surga: ‘seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya; orang yang menyetujui terjadinya zina terhadap keluarganya serta wanita yang kelelakian (yang menyerupai laki-laki)&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">h.      <strong>Perhatian Islam terhadap kebersihan fisik dan kesucian maknawi</strong><br />
Diantara hal-hal yang sangat diperhatikan oleh Islam, dianjurkan serta berdampak positif terhadap kehidupan manusia setelah mati adalah kebersihan fisik dan kesucian maknawi. Lahiriah seorang Muslim menyingkapkan sisi batiniah dari dirinya. Contohnya dalam kisah ketiga orang diatas; salah seorang diantara mereka tidak jadi melakukan perbuatan keji dan tak senonoh begitu si wanita, yang merupakan sepupunya sekaligus orang yang paling dikasihinya, mengingatkannya akan Rabbnya dan bahwa perbuatan tersebut tidak dilarang. Karena sikapnya yang dapat menjaga dirinya tersebut, dia akhirnya mendapatkan balasan yang baik di dunia, yaitu dengan merenggang dan terbukanya rongga gua dari batu besar yang menutupnya. Sungguh, apa yang berasal dari sisi Allah adalah lebih baik dan abadi.</p>
<p style="text-align:justify;">i.        <strong>Kriteria</strong> <strong>Mukmin  sejati</strong><br />
Seorang Mukmin sejati adalah orang yang selalu menghindari dirinya dari perbuatan keji dan mungkar, tidak mendekati perbuatan maksiat dan dosa serta senantiasa berkeinginan kuat agar dapat menjumpai Allah nantinya dalam kondisi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">j.         <strong>Urgensi amanah</strong><br />
Amanah merupakan sesuatu yang agung dan bernilai tinggi di sisi Allah Ta&#8217;ala, demikian pula di sisi manusia.<br />
Mengingat urgensinya, Allah Ta&#8217;ala menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, akan tetapi kemudian amanah tersebut dipikul oleh manusia yang lemah. Bila mengembannya dengan baik, maka akan mendapatkan ganjarannya di dunia dan akhirat, tetapi sebaliknya, bila lalai dan tidak melaksanakannya maka akan menjadi bumerang baginya.<br />
Diantara bentuk amanah adalah:<br />
Mentauhidkan Allah ‘Azza Wa Jalla<br />
Melakukan perbuatan-perbuatan shalih secara umum<br />
Melakukan hak-hak yang terkait dengan orang lain secara umum, dan titipan-titipan, jaminan-jaminan serta hak-hak yang terkait dengan masalah keuangan (menepati dan melunasi sesuai dengan ‘aqad) secara khusus.</p>
<p style="text-align:justify;">k.      <strong>Urgensi</strong> <strong>amal shalih</strong><br />
Amal shalih dengan berbagai jenisnya merupakan sebab berhasilnya seseorang keluar dari rintangan-rintangan serta kesulitan-kesulitan di dunia dan akhirat.<br />
Dalam hal ini, Allah berfirman:<em> &#8220;Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar, [2]. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu&#8221;. [3]  (Q,.s.65/at-Thalâq: 2-3)</em></p>
<p style="text-align:justify;">(Diambil dari kajian hadits berjudul &#8220;Ash-<span style="text-decoration:underline;">h</span>âb al-Kahf&#8221; , ditulis oleh Syaikh Nâshir asy-Syimâliy [selain Mukaddimah])</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alatsarysolo.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alatsarysolo.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alatsarysolo.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alatsarysolo.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alatsarysolo.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alatsarysolo.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alatsarysolo.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alatsarysolo.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alatsarysolo.wordpress.com&amp;blog=4213116&amp;post=54&amp;subd=alatsarysolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alatsarysolo.wordpress.com/2008/08/07/kisah-tiga-orang-yang-terkurung-di-gua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e50000eaf4a8e4d241ddc7f3d77b22b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Kajian Islam Al-Atsary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
